Kemenkes Sebut Covid-19 Varian JN.1 Tidak Ganas
Selasa, 19 Desember 2023 - 18:38 WIB
loading...
Covid-19 varian JN.1 sudah menyebar di Indonesia namun tidak ganas. Foto Ilustrasi/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakut Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Imran Pambudi MPHM menyebut bahwa Covid-19 varian JN.1 sudah menyebar di Indonesia.
Varian JN.1 merupakan varian turunan dari omicron yang bersifat cepat menular, tapi dengan fatalitas yang rendah. Meski demikian, dr Imran mengatakan perlu adanya kewaspadaan penularan dari varian ini.
“Yang sekarang ini (JN.1) ada perubahan kecil tapi tetap train-nya omicron. Kalau turunannya omicron tidak ganas dibanding delta,” ujar dr Imran dalam acara bincang akhir tahun bersama Kemenkes dan Ngobras tentang info kesehatan terkini di Jakarta pada Selasa (19/12/2023).
Baca Juga: WHO Peringatkan soal Covid-19 Varian JN.1, Desak Negara Lakukan Pengawasan Ketat
Meski varian JN.1 tidak ganas, namun tetap ada kasus kematian akibat Covid-19 ini. Dokter Imran menjelaskan kematian yang terjadi pada pasien Covid-19 tersebut karena adanya penyakit penyerta atau komorbid.
“Kita terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan mutasi dari varian ini. Masyarakat pun harus tetap waspada,” tambahnya.
Varian JN.1 merupakan varian turunan dari omicron yang bersifat cepat menular, tapi dengan fatalitas yang rendah. Meski demikian, dr Imran mengatakan perlu adanya kewaspadaan penularan dari varian ini.
“Yang sekarang ini (JN.1) ada perubahan kecil tapi tetap train-nya omicron. Kalau turunannya omicron tidak ganas dibanding delta,” ujar dr Imran dalam acara bincang akhir tahun bersama Kemenkes dan Ngobras tentang info kesehatan terkini di Jakarta pada Selasa (19/12/2023).
Baca Juga: WHO Peringatkan soal Covid-19 Varian JN.1, Desak Negara Lakukan Pengawasan Ketat
Meski varian JN.1 tidak ganas, namun tetap ada kasus kematian akibat Covid-19 ini. Dokter Imran menjelaskan kematian yang terjadi pada pasien Covid-19 tersebut karena adanya penyakit penyerta atau komorbid.
“Kita terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan mutasi dari varian ini. Masyarakat pun harus tetap waspada,” tambahnya.
Lihat Juga :