Deteksi Dini terhadap Kesehatan Mata untuk Hindari Myopia
Selasa, 21 Desember 2021 - 02:11 WIB
loading...
Myopia merupakan gangguan pada mata yang menyebabkan seseorang tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh dengan jelas. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Myopia merupakan salah satu gangguan penglihatan yang cukup banyak dialami masyarakat. Myopia dikenal sebagai rabun jauh atau mata minus .
Deputy CEO Kasoem Group, Trista Mutia Kasoem mengungkapkan, myopia merupakan gangguan pada mata yang menyebabkan seseorang tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh dengan jelas.
Saat ini, kata dia, myopia menjadi perhatian serius sebagai fenomena di dunia terlebih dengan penggunaan perangkat digital pasca pandemi Covid-19.
Baca juga: 3 Alasan Hubungan Gemini dan Cancer Berakhir dengan Kekecewaan
"Berbagai penelitian secara konsisten menunjukkan angka kejadian terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," ucap Trista dalam keterangan persnya, baru-baru ini.
Indonesia merupakan daerah dengan angka lonjakan myopia yang signifikan. Data Oftalmologi Komunitas (Ofkom) FKKMK UGM pada 312 anak, 41 persen mengalami myopia dan 21 persen mengalami gangguan refraksi berat.
Penelitian Holden pada 2016 menyebutkan, prevalensi myopia di dunia saat ini adalah 28 persen penduduk dunia atau sekitar 2 miliar. Diperkirakan pada 2050 mencapai 50 persen atau sekitar 5 miliar.
Deputy CEO Kasoem Group, Trista Mutia Kasoem mengungkapkan, myopia merupakan gangguan pada mata yang menyebabkan seseorang tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh dengan jelas.
Saat ini, kata dia, myopia menjadi perhatian serius sebagai fenomena di dunia terlebih dengan penggunaan perangkat digital pasca pandemi Covid-19.
Baca juga: 3 Alasan Hubungan Gemini dan Cancer Berakhir dengan Kekecewaan
"Berbagai penelitian secara konsisten menunjukkan angka kejadian terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," ucap Trista dalam keterangan persnya, baru-baru ini.
Indonesia merupakan daerah dengan angka lonjakan myopia yang signifikan. Data Oftalmologi Komunitas (Ofkom) FKKMK UGM pada 312 anak, 41 persen mengalami myopia dan 21 persen mengalami gangguan refraksi berat.
Penelitian Holden pada 2016 menyebutkan, prevalensi myopia di dunia saat ini adalah 28 persen penduduk dunia atau sekitar 2 miliar. Diperkirakan pada 2050 mencapai 50 persen atau sekitar 5 miliar.
Lihat Juga :