Kenapa Pria Lebih Banyak Meninggal karena Covid-19? Begini Penjelasan Para Ahli
Selasa, 21 Desember 2021 - 20:01 WIB
loading...
Berdasar data CDC, pria lebih banyak yang meninggal dunia akibat Covid-19 dibandingkan perempuan. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kematian akibat Covid-19 masih terjadi hingga sekarang, termasuk di Indonesia. Tapi, ada hal menarik yang disebutkan Amerika Serikat soal angka kematian akibat Covid-19 .
Berdasar data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pria lebih banyak yang meninggal dunia akibat Covid-19 dibandingkan perempuan. Bahkan, di New York angkanya sangat 'jomplang' yaitu 57,5 persen kasus kematian itu berjenis kelamin pria.
Terkait hal ini, beberapa ahli punya pandangan, salah satunya dikaitkan dengan gaya hidup pasien laki-laki sebelum meninggal dunia.
Baca juga: Gaga Muhammad Dituding Sengaja Hilangkan Barang Bukti, Begini Respons Kuasa Hukum
Para ahli mengatakan bahwa gaya hidup laki-laki kebanyakan kurang sehat dan malas mencari perawatan medis saat sakit.
"Pria lebih banyak yang meninggal kemungkinan besar cerminan dari faktor gaya hidup sebelum sakit, seperti merokok dan minum alkohol," kata Ahli Epidemiologi dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Mailman Universitas Columbia, dr Jessica Justman.
"Nah, perempuan itu lebih mau ke dokter daripada laki-laki," tambahnya.
Berdasar data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), pria lebih banyak yang meninggal dunia akibat Covid-19 dibandingkan perempuan. Bahkan, di New York angkanya sangat 'jomplang' yaitu 57,5 persen kasus kematian itu berjenis kelamin pria.
Terkait hal ini, beberapa ahli punya pandangan, salah satunya dikaitkan dengan gaya hidup pasien laki-laki sebelum meninggal dunia.
Baca juga: Gaga Muhammad Dituding Sengaja Hilangkan Barang Bukti, Begini Respons Kuasa Hukum
Para ahli mengatakan bahwa gaya hidup laki-laki kebanyakan kurang sehat dan malas mencari perawatan medis saat sakit.
"Pria lebih banyak yang meninggal kemungkinan besar cerminan dari faktor gaya hidup sebelum sakit, seperti merokok dan minum alkohol," kata Ahli Epidemiologi dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Mailman Universitas Columbia, dr Jessica Justman.
"Nah, perempuan itu lebih mau ke dokter daripada laki-laki," tambahnya.
Lihat Juga :