Kenapa Pria Lebih Banyak Meninggal karena Covid-19? Begini Penjelasan Para Ahli
Selasa, 21 Desember 2021 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kata dr Justman, ada kemungkinan juga bahwa perempuan lebih berani mengutarakan keluhan atau gejala Covid-19 yang dirasakan pada tahap awal, dibandingkan pria yang lebih banyak yang tidak mau merasakan gejala yang muncul.
Artinya, jika seorang pria terpapar Covid-19, mereka kebanyakan menunggu sampai gejalanya sangat parah baru mau berobat ke dokter. Ini yang memungkinkan mereka memerlukan perawatan lebih serius, padahal bisa ditangani sejak awal jika gejala ringan sudah dirasakan.
Faktor lain yang berkontribusi terhadap kematian pria yang lebih tinggi juga efek vaksinasi yang tidak sebanyak perempuan. Menurut data CDC, 62,9 persen wanita Amerika divaksinasi dosis lengkap, sedangkan 58,7 persen pria.
Baca juga: Omicron Mengancam, Ini 4 Langkah Antisipasi Penyebarannya
Di samping itu semua, beberapa faktor yang menentukan pria lebih banyak meninggal dunia akibat Covid-19 adalah alasan biologis dan hormonal. Ya, tubuh laki-laki terbukti memiliki lebih banyak reseptor Covid-19 dibandingkan perempuan.
Artinya, jika seorang pria terpapar Covid-19, mereka kebanyakan menunggu sampai gejalanya sangat parah baru mau berobat ke dokter. Ini yang memungkinkan mereka memerlukan perawatan lebih serius, padahal bisa ditangani sejak awal jika gejala ringan sudah dirasakan.
Faktor lain yang berkontribusi terhadap kematian pria yang lebih tinggi juga efek vaksinasi yang tidak sebanyak perempuan. Menurut data CDC, 62,9 persen wanita Amerika divaksinasi dosis lengkap, sedangkan 58,7 persen pria.
Baca juga: Omicron Mengancam, Ini 4 Langkah Antisipasi Penyebarannya
Di samping itu semua, beberapa faktor yang menentukan pria lebih banyak meninggal dunia akibat Covid-19 adalah alasan biologis dan hormonal. Ya, tubuh laki-laki terbukti memiliki lebih banyak reseptor Covid-19 dibandingkan perempuan.
(nug)
Lihat Juga :