Sensasi, Perawat Ini Membuat Masker Berbentuk Miss V
Kamis, 23 April 2020 - 10:36 WIB
loading...
Lulu Geraghty menciptakan masker berbentuk Miss V bertujuan untuk membuat orang-orang tersenyum di tengah pandemi Covid-19. Foto/IG lulugeraghty
A
A
A
SYDNEY - Lulu Geraghty, yang berprofesi sebagai perawat membuat masker yang tidak biasa. Geraghty menciptakan masker berbentuk Miss V atau vulva untuk membuat orang-orang tersenyum di tengah pandemi Covid-19.
Seperti dilansir Metro, perawat 42 tahun itu membuat sebuah rajutan berbentuk Miss V dan menempelkannya ke peralatan pelindungnya.
Geraghty membuat masker unik tersebut di waktu luangnya dan memutuskan untuk membuat tambahan yang unik agar membuat orang tertawa.
Geraghty mengatakan, masker buatannya ini lebih cocok digunakan untuk mode atau penampilan, lantaran tidak memenuhi standar medis.
Kendati demikian, perawat yang berbasis di Australia itu yakin, masker tersebut membantu menjaga jarak sosial sebagai salah satu anjuran untuk pencegahan penularan Covid-19.
"Aku punya vulva cadangan yang hanya tergeletak, jadi aku memanfaatkannya untuk bersenang-senang," kata Geraghty.
"Sepertinya sedikit mencerahkan suasana hati. Saya tidak ingin meminimalkan keseriusan coronavirus, tetapi saya pikir kita juga perlu berhati-hati."
Seperti dilansir Metro, perawat 42 tahun itu membuat sebuah rajutan berbentuk Miss V dan menempelkannya ke peralatan pelindungnya.
Geraghty membuat masker unik tersebut di waktu luangnya dan memutuskan untuk membuat tambahan yang unik agar membuat orang tertawa.
Geraghty mengatakan, masker buatannya ini lebih cocok digunakan untuk mode atau penampilan, lantaran tidak memenuhi standar medis.
Kendati demikian, perawat yang berbasis di Australia itu yakin, masker tersebut membantu menjaga jarak sosial sebagai salah satu anjuran untuk pencegahan penularan Covid-19.
"Aku punya vulva cadangan yang hanya tergeletak, jadi aku memanfaatkannya untuk bersenang-senang," kata Geraghty.
"Sepertinya sedikit mencerahkan suasana hati. Saya tidak ingin meminimalkan keseriusan coronavirus, tetapi saya pikir kita juga perlu berhati-hati."
Lihat Juga :