WHO Luruskan Kesalahpahaman Sebaran COVID-19 dari OTG Jarang Terjadi
Kamis, 11 Juni 2020 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, klarifikasi dibuat Van Kerkhove setelah muncul banyak kritik dari berbagai kalangan. Dia mengungkapkan bahwa pernyataan yang dikeluarkannya merupakan sebuah subset penelitian.
"Karena saya menggunakan frasa sangat jarang dan saya pikir itu adalah kesalahpahaman untuk menyatakan bahwa transmisi asimtomatik secara global sangat jarang. Apa yang saya maksudkan adalah subset penelitian," ungkapnya. (Baca Juga: Perhatikan Waktu Penggantian Masker untuk Putus Virus Corona )
Di sisi lain Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memaparkan, sejak awal Februari 2020, pihaknya telah mengatakan bahwa orang tanpa gejala dapat mentransmisi COVID-19, tapi diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan tingkat asimtomatik penularan.
"Penelitian ini sedang berlangsung. Kita semua belajar sepanjang waktu. Berkomunikasi tentang virus baru tidaklah mudah, tapi itu adalah tugas kita," kata Tedros.
"Karena saya menggunakan frasa sangat jarang dan saya pikir itu adalah kesalahpahaman untuk menyatakan bahwa transmisi asimtomatik secara global sangat jarang. Apa yang saya maksudkan adalah subset penelitian," ungkapnya. (Baca Juga: Perhatikan Waktu Penggantian Masker untuk Putus Virus Corona )
Di sisi lain Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memaparkan, sejak awal Februari 2020, pihaknya telah mengatakan bahwa orang tanpa gejala dapat mentransmisi COVID-19, tapi diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan tingkat asimtomatik penularan.
"Penelitian ini sedang berlangsung. Kita semua belajar sepanjang waktu. Berkomunikasi tentang virus baru tidaklah mudah, tapi itu adalah tugas kita," kata Tedros.
(tsa)
Lihat Juga :