Bergizi Tinggi, Apakah Cumi-Cumi Mengandung Kolesterol?
Jum'at, 18 Februari 2022 - 15:26 WIB
loading...
Mungkin masih ada yang bertanya-tanya apakah cumi-cumi mengandung kolesterol. / Foto: ilustrasi/medium
A
A
A
JAKARTA - Mungkin masih ada yang bertanya-tanya apakah cumi-cumi mengandung kolesterol? Padahal cumi-cumi merupakan salah satu makanan yang lezat.
Di samping lezat, cumi-cumi juga dinilai memiliki kandungan nutrisi dan gizi cukup tinggi. Akan tetapi, di sisi lain, juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Terlebih jika pengolahan cumi dengan cara digoreng akan membuat kadar lemaknya semakin tinggi.
Sebaiknya ketahui batasan yang tepat untuk mengonsumsinya mengingat kolesterol yang terkandung cumi-cumi terbilang cukup tinggi. Ini perlu dilakukan agar tidak menyebabkan masalah kesehatan seperti stroke hingga serangan jantung.
Baca juga: Selain Dorce Gamalama, 3 Pesohor Ini Pernah Menderita Alzheimer
Seperti dilansir Medicinet, 100 gram cumi mentah mengandung sekitar 198 miligram kolesterol, 0,4 gram lemak jenuh total dan 16 gram protein.
The American Heart Association menyarankan bahwa total kalori yang dikonsumsi dari lemak jenuh per hari harus kurang dari 10 persen, terutama jika tujuannya adalah untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang disebut low-density lipoprotein (LDL).
Di samping lezat, cumi-cumi juga dinilai memiliki kandungan nutrisi dan gizi cukup tinggi. Akan tetapi, di sisi lain, juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Terlebih jika pengolahan cumi dengan cara digoreng akan membuat kadar lemaknya semakin tinggi.
Sebaiknya ketahui batasan yang tepat untuk mengonsumsinya mengingat kolesterol yang terkandung cumi-cumi terbilang cukup tinggi. Ini perlu dilakukan agar tidak menyebabkan masalah kesehatan seperti stroke hingga serangan jantung.
Baca juga: Selain Dorce Gamalama, 3 Pesohor Ini Pernah Menderita Alzheimer
Seperti dilansir Medicinet, 100 gram cumi mentah mengandung sekitar 198 miligram kolesterol, 0,4 gram lemak jenuh total dan 16 gram protein.
The American Heart Association menyarankan bahwa total kalori yang dikonsumsi dari lemak jenuh per hari harus kurang dari 10 persen, terutama jika tujuannya adalah untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang disebut low-density lipoprotein (LDL).
Lihat Juga :