5 Kuliner Khas Jawa Barat yang Penuh Filosofi, Cita Rasa Melegenda
Senin, 07 Maret 2022 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi, beberapa sumber sejarah lain menyebutkan bahwa moci pertama kali dikenalkan oleh orang-orang keturunan Tionghoa pada 1960-an. Saat itu, mereka tidak diperkenankan bekerja oleh pemerintah, sehingga membuat moci untuk menyambung nyawa.
Terlepas dari sejarah asal-usulnya, saat ini, moci telah menjelma menjadi oleh-oleh paling masyhur dari Sukabumi. Bahkan, seiring berjalannya waktu, kulit moci dan isiannya berkembang. Tak hanya isian kacang, namun juga cokelat, pandan, selai stroberi, teh hijau hingga keju.
Baca Juga: Tidak Ada Peserta Pulang, Masterchef Indonesia Season 9 Masih Tetap 10 Besar
3. Galendo
![5 Kuliner Khas Jawa Barat yang Penuh Filosofi, Cita Rasa Melegenda]()
Berkunjung ke Kabupaten Ciamis tak lengkap rasanya kalau pulang tanpa membawa galendo. Kuliner yang terbuat dari saripati minyak kelapa ini rasanya manis dan gurih di mulut. Galendo bisa disantap langsung atau jadi campuran masakan khas Ciamis lainnya, seperti dage atau colok gebrug.
Proses pembuatan galendo memakan waktu yang cukup lama. Awalnya, ratusan butir kelapa dikupas dan diparut menggunakan mesin. Hasil parutan kemudian disaring dan diambil saripatinya dan diendapkan beberapa jam.
Saripati kemudian dimasak dengan menggunakan tungku yang bahan bakarnya berasal dari batok kelapa. Perlu stamina ekstra di sini. Sebab, proses memasak memakan waktu hingga empat jam dengan terus mengaduk saripati, agar tidak gosong.
Proses tersebut bertujuan untuk memisahkan saripati dan minyak kelapa. Galendo yang telah terpisah dari minyak, kemudian dikeringkan untuk memastikan minyaknya benar-benar hilang. Setelah itu, galendo baru bisa disajikan. Banyak toko cinderamata di Ciamis yang menjajakan galendo, baik dalam bentuk batang maupun bubuk.
4. Bubur Suro
![5 Kuliner Khas Jawa Barat yang Penuh Filosofi, Cita Rasa Melegenda]()
Bubur suro adalah kuliner istimewa yang biasa tersaji saat upacara selamatan, khususnya saat memasuki Tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram dalam kalender hijriah atau tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa.
Terlepas dari sejarah asal-usulnya, saat ini, moci telah menjelma menjadi oleh-oleh paling masyhur dari Sukabumi. Bahkan, seiring berjalannya waktu, kulit moci dan isiannya berkembang. Tak hanya isian kacang, namun juga cokelat, pandan, selai stroberi, teh hijau hingga keju.
Baca Juga: Tidak Ada Peserta Pulang, Masterchef Indonesia Season 9 Masih Tetap 10 Besar
3. Galendo
.jpg)
Berkunjung ke Kabupaten Ciamis tak lengkap rasanya kalau pulang tanpa membawa galendo. Kuliner yang terbuat dari saripati minyak kelapa ini rasanya manis dan gurih di mulut. Galendo bisa disantap langsung atau jadi campuran masakan khas Ciamis lainnya, seperti dage atau colok gebrug.
Proses pembuatan galendo memakan waktu yang cukup lama. Awalnya, ratusan butir kelapa dikupas dan diparut menggunakan mesin. Hasil parutan kemudian disaring dan diambil saripatinya dan diendapkan beberapa jam.
Saripati kemudian dimasak dengan menggunakan tungku yang bahan bakarnya berasal dari batok kelapa. Perlu stamina ekstra di sini. Sebab, proses memasak memakan waktu hingga empat jam dengan terus mengaduk saripati, agar tidak gosong.
Proses tersebut bertujuan untuk memisahkan saripati dan minyak kelapa. Galendo yang telah terpisah dari minyak, kemudian dikeringkan untuk memastikan minyaknya benar-benar hilang. Setelah itu, galendo baru bisa disajikan. Banyak toko cinderamata di Ciamis yang menjajakan galendo, baik dalam bentuk batang maupun bubuk.
4. Bubur Suro
.jpg)
Bubur suro adalah kuliner istimewa yang biasa tersaji saat upacara selamatan, khususnya saat memasuki Tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram dalam kalender hijriah atau tanggal 10 Suro dalam penanggalan Jawa.
Lihat Juga :