Perusahaan Ramah Keluarga Dukung Perempuan Indonesia Lahirkan Generasi Maju
Selasa, 08 Maret 2022 - 21:00 WIB
loading...
Suasana webinar bertema Perusahaan Ramah Keluarga: Dukung Ibu Siapkan Generasi Maju yang digelar Danone Indonesia, Selasa (8/3/2022). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Data Sensus 2021 menunjukkan bahwa dari total penduduk Indonesia, sekitar 49,5%-nya adalah perempuan dan 32% anak-anak. Namun, masih banyak perempuan dan anak yang masuk dalam kelompok rentan. Untuk itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak melalui adaptasi layanan untuk memastikan terjaganya kesejahteraan (wellbeing) dan terpenuhinya hak-hak mereka.
Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indra Gunawan menyampaikan, saat ini Kementeriaannya menjalankan lima program prioritas. Salah satunya upaya peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak.
“Data Satuan Kerja Nasional (Satkernas) tahun 2021 menunjukkan tingkat partisipasi ikatan kerja perempuan masih relatif rendah, sekitar 54% dibandingkan partisipasi laki-laki yang hampir 84%-85%. Kesenjangan tingkat partisipasi ikatan kerja perlu mendapat perhatian bersama," kata Indra Gunawan dalam webinar bertema Perusahaan Ramah Keluarga: Dukung Ibu Siapkan Generasi Maju yang digelar Danone Indonesia, Selasa (8/3/2022).
Pada kesempatan yang sama, Psikolog Rosdiana Setyaningrum menjelaskan, perempuan yang menjalankan peran sebagai ibu perlu penguatan diri sendiri, dukungan keluarga, lingkungan atau masyarakat, dan pemerintah.
Perusahaan, kata Rosdiana, perlu menjadi support system bagi para perempuan pekerja dengan memberikan dukungan praktik pengasuhan positif yang kolaboratif seperti melalui pelatihan, pendampingan, dan kampanye kesadaran untuk menyoroti pentingnya masa tumbuh kembang anak agar optimal. Hal ini bisa mewujudkan keluarga yang lebih bahagia, anak-anak yang lebih sehat, dan mengarah pada bisnis yang lebih baik.
"Secara internal, implementasi perusahaan yang ramah keluarga berhubungan dengan produktivitas kerja yang lebih baik dan kemampuan untuk menarik, memotivasi, dan mempertahankan karyawan," kata Rosdiana.
“Semua perempuan memiliki hak yang sama di masyarakat. Namun, pada faktanya masih banyak perempuan yang mengalami keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Inisiatif perusahaan dalam menyediakan layanan konsultasi yang accessible untuk semua kalangan dapat mengurangi stres pengasuhan dan mendorong wellbeing dalam diri orang tua,” tambahnya.
Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indra Gunawan menyampaikan, saat ini Kementeriaannya menjalankan lima program prioritas. Salah satunya upaya peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak.
“Data Satuan Kerja Nasional (Satkernas) tahun 2021 menunjukkan tingkat partisipasi ikatan kerja perempuan masih relatif rendah, sekitar 54% dibandingkan partisipasi laki-laki yang hampir 84%-85%. Kesenjangan tingkat partisipasi ikatan kerja perlu mendapat perhatian bersama," kata Indra Gunawan dalam webinar bertema Perusahaan Ramah Keluarga: Dukung Ibu Siapkan Generasi Maju yang digelar Danone Indonesia, Selasa (8/3/2022).
Pada kesempatan yang sama, Psikolog Rosdiana Setyaningrum menjelaskan, perempuan yang menjalankan peran sebagai ibu perlu penguatan diri sendiri, dukungan keluarga, lingkungan atau masyarakat, dan pemerintah.
Perusahaan, kata Rosdiana, perlu menjadi support system bagi para perempuan pekerja dengan memberikan dukungan praktik pengasuhan positif yang kolaboratif seperti melalui pelatihan, pendampingan, dan kampanye kesadaran untuk menyoroti pentingnya masa tumbuh kembang anak agar optimal. Hal ini bisa mewujudkan keluarga yang lebih bahagia, anak-anak yang lebih sehat, dan mengarah pada bisnis yang lebih baik.
"Secara internal, implementasi perusahaan yang ramah keluarga berhubungan dengan produktivitas kerja yang lebih baik dan kemampuan untuk menarik, memotivasi, dan mempertahankan karyawan," kata Rosdiana.
“Semua perempuan memiliki hak yang sama di masyarakat. Namun, pada faktanya masih banyak perempuan yang mengalami keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan. Inisiatif perusahaan dalam menyediakan layanan konsultasi yang accessible untuk semua kalangan dapat mengurangi stres pengasuhan dan mendorong wellbeing dalam diri orang tua,” tambahnya.
Lihat Juga :