Studi: Covid-19 Dapat Menyebabkan Otak Menyusut dan Kehilangan Memori
Jum'at, 11 Maret 2022 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini meneliti perubahan otak pada 785 peserta berusia 51-81 tahun yang otaknya dipindai dua kali, termasuk 401 orang yang tertular Covid-19 di antara dua pemindaian mereka. Pemindaian kedua dilakukan rata-rata 141 hari setelah pemindaian pertama.
Penelitian dilakukan ketika varian Alpha dominan di Inggris dan tidak mungkin melibatkan siapa pun yang terinfeksi varian Delta.
Dari studi ini, peneliti menemukan beberapa orang yang positif Covid-19 menderita kabut otak atau kekeruhan mental. Kondisi tersebut mencakup gangguan perhatian, konsentrasi, kecepatan pemrosesan informasi, dan memori.
Para peneliti tidak mengatakan apakah vaksinasi terhadap Covid-19 berdampak pada kondisi tersebut, tetapi Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bulan lalu bahwa tinjauan terhadap 15 penelitian menemukan orang yang divaksinasi sekitar setengahnya lebih mungkin mengembangkan gejala Covid-19 yang lama dibandingkan dengan yang tidak divaksinasi.
Baca Juga: Pengobatan Baru untuk Covid-19, Para Ilmuwan Identifikasi Zat Biologis Kulit Manusia
Penelitian dilakukan ketika varian Alpha dominan di Inggris dan tidak mungkin melibatkan siapa pun yang terinfeksi varian Delta.
Dari studi ini, peneliti menemukan beberapa orang yang positif Covid-19 menderita kabut otak atau kekeruhan mental. Kondisi tersebut mencakup gangguan perhatian, konsentrasi, kecepatan pemrosesan informasi, dan memori.
Para peneliti tidak mengatakan apakah vaksinasi terhadap Covid-19 berdampak pada kondisi tersebut, tetapi Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bulan lalu bahwa tinjauan terhadap 15 penelitian menemukan orang yang divaksinasi sekitar setengahnya lebih mungkin mengembangkan gejala Covid-19 yang lama dibandingkan dengan yang tidak divaksinasi.
Baca Juga: Pengobatan Baru untuk Covid-19, Para Ilmuwan Identifikasi Zat Biologis Kulit Manusia
(dra)
Lihat Juga :