Pengobatan Baru untuk Covid-19, Para Ilmuwan Identifikasi Zat Biologis Kulit Manusia
Kamis, 10 Maret 2022 - 13:12 WIB
loading...
Sejumlah ilmuwan tengah mengidentifikasi pengobatan baru untuk Covid-19 menggunakan zat biologis yang terdapat pada sel kulit manusia. Foto/Ilustrasi/dok.sindonews
A
A
A
JAKARTA - Menurut studi terbaru, para ilmuwan menemukan zat yang bisa menghentikan SARS-CoV-2 dari mereproduksi dirinya sendiri dan juga melindungi sel yang terinfeksi ketika diuji dalam sel paru-paru manusia.
Perawatan tersebut menggunakan zat biologis dibuat oleh sel-sel kulit manusia yang direkayasa ulang telah diidentifikasi oleh para peneliti di Cedars-Sinai untuk COVID-19. Para peneliti merekayasa sel untuk menghasilkan vesikel ekstraseluler terapeutik (EV), merupakan partikel nano yang berfungsi sebagai sistem komunikasi antara sel dan jaringan.
Kemudian, tim ilmuwan membandingkan pengobatan potensial dengan remdesivir, obat yang saat ini digunakan untuk mengobati COVID-19. Menemukan bahwa remdesivir tidak menghambat produksi ACE, tetapi menghentikan virus agar tidak menempel pada protein yang disebut ACE2.
Namun, ASTEX dapat memberikan cara lain untuk mencegah virus memasuki sel. "Virus tidak memiliki mesin sendiri untuk masuk ke dalam sel, jadi mereka menggunakan protein," kata Ibrahim salah satu ilmuwan, dilansir dari livemint, Kamis (10/3/2022).
Baca Juga: Pengobatan Baru untuk Covid-19, Para Ilmuwan Identifikasi Zat Biologis Kulit Manusia
"Kami percaya menargetkan protein ACE hanyalah salah satu cara SARS-CoV-2 menginfiltrasi sel, membajak informasi genetik mereka dan mereplikasi dirinya sendiri di dalam tubuh," jelasnya
Perawatan tersebut menggunakan zat biologis dibuat oleh sel-sel kulit manusia yang direkayasa ulang telah diidentifikasi oleh para peneliti di Cedars-Sinai untuk COVID-19. Para peneliti merekayasa sel untuk menghasilkan vesikel ekstraseluler terapeutik (EV), merupakan partikel nano yang berfungsi sebagai sistem komunikasi antara sel dan jaringan.
Kemudian, tim ilmuwan membandingkan pengobatan potensial dengan remdesivir, obat yang saat ini digunakan untuk mengobati COVID-19. Menemukan bahwa remdesivir tidak menghambat produksi ACE, tetapi menghentikan virus agar tidak menempel pada protein yang disebut ACE2.
Namun, ASTEX dapat memberikan cara lain untuk mencegah virus memasuki sel. "Virus tidak memiliki mesin sendiri untuk masuk ke dalam sel, jadi mereka menggunakan protein," kata Ibrahim salah satu ilmuwan, dilansir dari livemint, Kamis (10/3/2022).
Baca Juga: Pengobatan Baru untuk Covid-19, Para Ilmuwan Identifikasi Zat Biologis Kulit Manusia
"Kami percaya menargetkan protein ACE hanyalah salah satu cara SARS-CoV-2 menginfiltrasi sel, membajak informasi genetik mereka dan mereplikasi dirinya sendiri di dalam tubuh," jelasnya
Lihat Juga :