Shenshayba Bazaar, Desa Satu Ginjal yang Penduduknya Terpaksa Jual Organ Demi Bertahan Hidup

Senin, 21 Maret 2022 - 08:42 WIB
loading...
Shenshayba Bazaar, Desa...
Shenshayba Bazaar di Herat, Afghanistan dikenal sebagai desa satu ginjal karena penduduk terpaksa menjual organ tubuh mereka demi bertahan hidup sehari-hari. Foto/Straits Times
A A A
JAKARTA - Shenshayba Bazaar di Herat, Afghanistan dikenal sebagai desa satu ginjal . Ini karena penduduk di desa tersebut terpaksa menjual organ tubuh mereka demi bertahan hidup sehari-hari. Seperti halnya dialami oleh Nooruddin.

Dilansir dari Straits Times, Senin (21/3/2022) Noorudin mengaku tidak punya pilihan selain menjual ginjalnya. Hal serupa juga banyak dilakukan oleh penduduk Afghanistan lainnya yang bersedia mengorbankan organ untuk menyelamatkan keluarga mereka.

Shenshayba Bazaar, Desa Satu Ginjal yang Penduduknya Terpaksa Jual Organ Demi Bertahan Hidup


Praktik ini telah menjadi begitu luas di kota barat Herat sehingga dijuluki desa satu ginjal. "Saya harus melakukannya demi anak-anak saya. Aku tidak punya pilihan lain," kata Nooruddin kepada AFP.

Pria 32 tahun itu berhenti dari pekerjaan pabriknya ketika gajinya dipotong menjadi sekitar USD41 atau Rp588 ribu. Hal tersebut terjadi setelah Taliban menguasai Afghanistan sehingga menyebabkan krisis keuangan dan memperburuk situasi kemanusiaan.

Shenshayba Bazaar, Desa Satu Ginjal yang Penduduknya Terpaksa Jual Organ Demi Bertahan Hidup


Baca Juga: 10 Daerah Paling Bahagia di Indonesia, Jakarta Urutan Berapa?

"Saya menyesal sekarang. Saya tidak bisa lagi bekerja. Saya kesakitan dan saya tidak bisa mengangkat apapun yang berat," jelas Nooruddin.

Keluarga Noorudin sekarang bergantung pada putra mereka yang berusia 12 tahun untuk mendapatkan uang. Noorudin mengungkapkan bahwa putranya terpaksa bekerja dengan menyemir sepatu seharga 70 sen sehari.

Shenshayba Bazaar, Desa Satu Ginjal yang Penduduknya Terpaksa Jual Organ Demi Bertahan Hidup


Selain memberi makan keluarga, Noorudin mengaku menjual ginjalnya seharga USD1500 atau setara dengan Rp21 juta, untuk membayar utang. Sementara di Afghanistan sendiri, praktik jual beli ginjal tidak diatur oleh hukum.

Di samping itu, orang Afghanistan yang sangat membutuhkan uang biasanya dipertemukan calon dengan pasien kaya, yang melakukan perjalanan ke Herat dari seluruh negeri. Termasuk dari India dan Pakistan untuk menjual ginjalnya.

Baca Juga: Jadi Perhatian Dunia, MotoGP Mandalika Datangkan Banyak Wisatawan

Penerima ginjal kemudian harus membayar biaya rumah sakit dan donor. Misalnya keluarga Azyta yang memiliki begitu sedikit makanan sehingga dua dari tiga anaknya baru-baru ini dirawat karena kekurangan gizi. Dia merasa tidak punya pilihan selain menjual organ.

Lewat calo, Azyta bertemu dengan penerima donor dari provinsi selatan Nimroz. "Saya menjual ginjal saya seharga. Saya terpaksa melakukannya. Suami saya tidak bekerja, kami punya utang. Orang-orang menjadi lebih miskin. Banyak orang menjual ginjal mereka karena putus asa," ujar Azyta.

Sekarang suami Azyta yang bekerja sebagai buruh harian pun berencana melakukan hal yang sama seperti istrinya. Diketahui bahwa lusinan penduduk desa tersebut telah menjual organ mereka setelah tersiar kabar di antara keluarga miskin tentang uang yang akan dihasilkan.

Dari satu keluarga, lima saudara laki-laki menjual ginjal masing-masing dalam empat tahun terakhir. Mereka menilai hal itu akan menyelamatkannya dari kemiskinan. Sedangkan, Aziza yang merupakan ibu tiga anak terpaksa menjual ginjalnya atau harus menjual putrinya yang berusia 1 tahun.

Baca Juga: 4 Kota di Indonesia dengan Jumlah Seks Bebas Tertinggi, Nomor 3 Mengejutkan

"Anak-anak saya berkeliaran di jalanan meminta-minta. Jika saya tidak menjual ginjal saya, saya akan terpaksa menjual putri saya yang berusia satu tahun," ujar Aziza.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tio Pakusadewo Dilarikan...
Tio Pakusadewo Dilarikan ke Rumah Sakit, Ternyata Idap Penyakit Ini
Perjuangan Panjang Vidi...
Perjuangan Panjang Vidi Aldiano Melawan Kanker Ginjal, Ini Fakta Penting tentang Penyakitnya
Gagal Ginjal Tak Bergejala,...
Gagal Ginjal Tak Bergejala, Masyarakat Diimbau Deteksi Dini Lewat Tes Urin
Dokter Ingatkan Pasien...
Dokter Ingatkan Pasien Transplantasi Ginjal Wajib Disiplin Obat dan Pola Hidup Sehat
Dokter Spesialis Urologi...
Dokter Spesialis Urologi Soroti Minimnya Donor Ginjal, Ingin Pemerintah Bentuk Bank Donor
Protein Berlebihan Bisa...
Protein Berlebihan Bisa Berbahaya, Ini 5 Dampak Buruknya
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Infografis
Rusia Klaim Su-57 Satu-satunya...
Rusia Klaim Su-57 Satu-satunya yang Kalahkan Rudal Patriot AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved