Heboh Influencer hingga Sosialita Rusia Ramai-Ramai Gunting Tas Chanel, Ini Alasannya
Sabtu, 09 April 2022 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Orang kaya Rusia pertama kali mulai berbagi kemarahan mereka terhadap rumah mode Prancis itu beberapa hari yang lalu setelah Chanel melarang membeli produk mewah mereka di seluruh dunia.
Chanel menarik bisnis dari Rusia sebagai protes atas invasi presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina, bersama dengan banyak merek lain. Namun, para fashionista Rusia tidak berharap akan dilarang berbelanja di negara lain.
Desainer interior dan influencer Rusia, Liza Litvin mengeluh tentang pengalamannya ditolak berbelanja tas Chanel di mal top Dubai. East2West melaporkan bahwa untuk membeli tas tersebut, Litvin harus menandatangani sebuah perjanjian dan memberikan identitasnya.
Baca Juga: Singa Jadi Inspirasi Parfum Terbaru Chanel
"Chanel menerima pesanan baru yang hanya mereka jual setelah saya menandatangani selembar kertas yang mengatakan bahwa saya tidak akan memakai tas ini di Rusia. Manajer mengatakan mulai hari ini mereka menjual ke Rusia hanya jika mereka menandatangani perjanjian untuk tidak memakai barang-barang mereka di Rusia," ucap Litvin.
Kantor perusahaan Prancis Chanel mengkonfirmasi kebijakan baru yang mereka klaim dipaksakan karena sanksi Uni Eropa dan Swiss terhadap barang-barang mewah.
Chanel menarik bisnis dari Rusia sebagai protes atas invasi presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina, bersama dengan banyak merek lain. Namun, para fashionista Rusia tidak berharap akan dilarang berbelanja di negara lain.
Desainer interior dan influencer Rusia, Liza Litvin mengeluh tentang pengalamannya ditolak berbelanja tas Chanel di mal top Dubai. East2West melaporkan bahwa untuk membeli tas tersebut, Litvin harus menandatangani sebuah perjanjian dan memberikan identitasnya.
Baca Juga: Singa Jadi Inspirasi Parfum Terbaru Chanel
"Chanel menerima pesanan baru yang hanya mereka jual setelah saya menandatangani selembar kertas yang mengatakan bahwa saya tidak akan memakai tas ini di Rusia. Manajer mengatakan mulai hari ini mereka menjual ke Rusia hanya jika mereka menandatangani perjanjian untuk tidak memakai barang-barang mereka di Rusia," ucap Litvin.
Kantor perusahaan Prancis Chanel mengkonfirmasi kebijakan baru yang mereka klaim dipaksakan karena sanksi Uni Eropa dan Swiss terhadap barang-barang mewah.
Lihat Juga :