Angkat Pesona Alam dan Kearifan Lokal Bali, Tutuge Raih Prestasi di Berbagai Festival Film Dunia
Selasa, 12 April 2022 - 23:04 WIB
loading...
A
A
A
Tommy Indratama, executive producer dari Sin3rgi, mengatakan film berdurasi 2 jam 20 menit ini memilih Bali sebagai lokasi shooting. Proses pengambilan gambar dari film ini, kata dia, dilakukan sebelum badai pandemi Covid-19 datang di Indonesia. “Penantian untuk produksi film ini cukup lama bagi kami. Tapi kami merasa sangat puas dengan hasilnya,” kata Tommy sambil mengakui sosok Virlan sebenarnya adalah kawan lama.
Tommy juga optimistis film yang mengusung kisah horor ini bakal mendapatkan hati di penikmat film Tanah Air. Optimisme itu menguat setelah film ini mendapatkan deretan penghargaan dari pentas film internasional antara lain menyabet penghargaan film horor terbaik serta sinematografi terbaik dari Asian Film Awards Academy atau AFA Academy 2021. Penghargaan lainnya didapat juga dari Hollywood International Golden Age (HIGA) sebagai best international feature film serta film horor terbaik dari Andromeda Film Festival ke-7.
Selain itu, Tutuge juga terpilih sebagai finalis Golden Harvest Film Festival di Tokyo, Jepang, pada 2021. “Harapan saya, film ini memberikan warna baru bagi industri perfilman nasional,” ujar Tommy.
Rico Michael selaku associate producers, berharap semua apresiasi yang sudah didapat dari pentas festival film internasional itu bisa menjadi pembuka jalan untuk memberikan hiburan bagi para penikmat film horor di Indonesia. “Film ini rencananya akan tayang perdana di Indonesia pada 14 April nanti. Semoga saja film ini bisa menjadi hiburan yang bergizi bagi para pecinta film nasional,” kata Rico.
Sementara itu Ismi Melinda merasa sangat senang bisa terlibat dalam film ini. Salah satu alasannya adalah film ini mengemas cerita mistis yang dileburkan dengan kearifan budaya Indonesia. “Melalui peran di film ini saya menjadi belajar bahasa dan budaya Bali. Buat saya ini jadi pengalaman luar biasa,” kata wanita yang memerankan tokoh Sasmita.
Tommy juga optimistis film yang mengusung kisah horor ini bakal mendapatkan hati di penikmat film Tanah Air. Optimisme itu menguat setelah film ini mendapatkan deretan penghargaan dari pentas film internasional antara lain menyabet penghargaan film horor terbaik serta sinematografi terbaik dari Asian Film Awards Academy atau AFA Academy 2021. Penghargaan lainnya didapat juga dari Hollywood International Golden Age (HIGA) sebagai best international feature film serta film horor terbaik dari Andromeda Film Festival ke-7.
Selain itu, Tutuge juga terpilih sebagai finalis Golden Harvest Film Festival di Tokyo, Jepang, pada 2021. “Harapan saya, film ini memberikan warna baru bagi industri perfilman nasional,” ujar Tommy.
Rico Michael selaku associate producers, berharap semua apresiasi yang sudah didapat dari pentas festival film internasional itu bisa menjadi pembuka jalan untuk memberikan hiburan bagi para penikmat film horor di Indonesia. “Film ini rencananya akan tayang perdana di Indonesia pada 14 April nanti. Semoga saja film ini bisa menjadi hiburan yang bergizi bagi para pecinta film nasional,” kata Rico.
Sementara itu Ismi Melinda merasa sangat senang bisa terlibat dalam film ini. Salah satu alasannya adalah film ini mengemas cerita mistis yang dileburkan dengan kearifan budaya Indonesia. “Melalui peran di film ini saya menjadi belajar bahasa dan budaya Bali. Buat saya ini jadi pengalaman luar biasa,” kata wanita yang memerankan tokoh Sasmita.
Lihat Juga :