Anak Temperamen Berpotensi Tumbuhkan Kebiasaan Makan Tidak Sehat
Jum'at, 19 Juni 2020 - 02:12 WIB
loading...
Temperamen adalah cara mendasar anak dalam menghadapi lingkungan dan dirinya sendiri. / Foto: ilustrasi/Norwegian SciTech News
A
A
A
TRONDHEIM - Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa anak-anak yang temperamental dengan karakteristik seperti frustrasi dan perubahan suasana hati, lebih rentan dalam mengembangkan hubungan yang tidak sehat dengan makanan dan kebiasaan makan. Studi tersebut dilakukan para peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Norwegia (NTNU).
(Baca juga: Bentuk Karakter Resilien pada Anak agar Bisa Kuat )
Temperamen sering disamakan dengan amarah, tetapi lebih merangkul. Temperamen adalah cara mendasar anak dalam menghadapi lingkungan dan dirinya sendiri. Ini dapat dianggap sebagai awal dari apa yang disebut kepribadian pada orang dewasa.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa karakteristik anak itu sendiri juga berperan dalam perkembangan kebiasaan makan. Para peneliti menyelidiki topik tersebut sebagai bagian dari proyek Trondheim Early Secure Study (TESS) yang berbasis di NTNU.
Penelitian ini melibatkan sekitar 800 anak berusia 4, 6, 8, dan 10 tahun. Para peneliti bertanya kepada orangtua tentang kebiasaan makan dan temperamen anak-anak mereka serta memeriksa apakah temperamen dapat memprediksi bagaimana kebiasaan makan berkembang.
(Baca juga: Akibat Pandemi, Kaum Ibu Semakin Sadar Pentingnya Gaya Hidup Sehat )
Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang sering dianggap temperamental seperti cepat frustrasi, lebih rentan terhadap suasana hati yang berfluktuasi daripada yang lain. Mereka sangat rentan terhadap pengembangan kebiasaan makan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat dan kesulitan dengan makanan dan memakan.
(Baca juga: Bentuk Karakter Resilien pada Anak agar Bisa Kuat )
Temperamen sering disamakan dengan amarah, tetapi lebih merangkul. Temperamen adalah cara mendasar anak dalam menghadapi lingkungan dan dirinya sendiri. Ini dapat dianggap sebagai awal dari apa yang disebut kepribadian pada orang dewasa.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa karakteristik anak itu sendiri juga berperan dalam perkembangan kebiasaan makan. Para peneliti menyelidiki topik tersebut sebagai bagian dari proyek Trondheim Early Secure Study (TESS) yang berbasis di NTNU.
Penelitian ini melibatkan sekitar 800 anak berusia 4, 6, 8, dan 10 tahun. Para peneliti bertanya kepada orangtua tentang kebiasaan makan dan temperamen anak-anak mereka serta memeriksa apakah temperamen dapat memprediksi bagaimana kebiasaan makan berkembang.
(Baca juga: Akibat Pandemi, Kaum Ibu Semakin Sadar Pentingnya Gaya Hidup Sehat )
Temuan menunjukkan bahwa anak-anak yang sering dianggap temperamental seperti cepat frustrasi, lebih rentan terhadap suasana hati yang berfluktuasi daripada yang lain. Mereka sangat rentan terhadap pengembangan kebiasaan makan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat dan kesulitan dengan makanan dan memakan.
Lihat Juga :