Butuh Penyesuaian, Begini Belanja Fashion saat New Normal
Jum'at, 19 Juni 2020 - 11:16 WIB
loading...
Foto/Istimewa
A
A
A
BERBELANJA pakaian pada masa new normal menjadi suatu hal yang membutuhkan banyak penyesuaian. Mekanisme kesehatan dan jaga jarak ditetapkan agar para pelanggan tetap aman dan nyaman saat berbelanja.
Menurut Head - Retail & Training Blackberrys Sorav Arora, secara global, dalam waktu dekat ini ritel fashion akan kembali membuka tokonya. Hal ini untuk menekan penurunan pendapatan industi fashion yang semakin memprihatinkan. “Tetapi tidak ada seorang pun di industri fashion dan barang mewah mengharapkan kembali ke bisnis seperti biasa karena situasi yang tidak memungkinkan,” ujar Arora, seperti dilansir dari indianretailer.com.
Arora menambahkan, ritel fashion di Barat dengan hati-hati dibuka kembali. Pengecer fashion di seluruh Amerika Utara dan Eropa bergabung dengan pembukaan global namun dengan mengikuti kontrol ketat kebersihan dan jaga jarak. (Baca: 5 Tips Merencanakan Liburan di Era Kenormalan Baru)
Satu minggu sebelum dibuka kembali di Prancis, Claudia D'Arpizio, mitra Bain & Company, mengatakan hal ini menjadi umpan balik yang cukup positif. "Terdapat pola yang mirip dengan China, yakni lalu lintas lebih rendah tetapi tingkat konversi lebih tinggi," ujar Arora.
Menurut Arora, secara global, mekanisme kontrol ketat kebersihan dan jaga jarak di ritel fashion hampir sama. “Masyarakat akan mulai kembali melakukan aktivitas mereka namun dengan mekanisme kesehatan dan tetap mengutamakan keselamatan agar tidak terpapar virus corona,” ujar Arora.
Arora menuturkan, pengunjung toko yang akan masuk wajib dicek suhunya terlebih dahulu oleh staf security menggunakan thermo gun. Menurut Arora, jika suhu tubuh melebihi suhu 37,5 derajat Celsius, maka disarankan untuk pulang atau tidak memasuki area gerai terlebih dahulu.
Menurut Head - Retail & Training Blackberrys Sorav Arora, secara global, dalam waktu dekat ini ritel fashion akan kembali membuka tokonya. Hal ini untuk menekan penurunan pendapatan industi fashion yang semakin memprihatinkan. “Tetapi tidak ada seorang pun di industri fashion dan barang mewah mengharapkan kembali ke bisnis seperti biasa karena situasi yang tidak memungkinkan,” ujar Arora, seperti dilansir dari indianretailer.com.
Arora menambahkan, ritel fashion di Barat dengan hati-hati dibuka kembali. Pengecer fashion di seluruh Amerika Utara dan Eropa bergabung dengan pembukaan global namun dengan mengikuti kontrol ketat kebersihan dan jaga jarak. (Baca: 5 Tips Merencanakan Liburan di Era Kenormalan Baru)
Satu minggu sebelum dibuka kembali di Prancis, Claudia D'Arpizio, mitra Bain & Company, mengatakan hal ini menjadi umpan balik yang cukup positif. "Terdapat pola yang mirip dengan China, yakni lalu lintas lebih rendah tetapi tingkat konversi lebih tinggi," ujar Arora.
Menurut Arora, secara global, mekanisme kontrol ketat kebersihan dan jaga jarak di ritel fashion hampir sama. “Masyarakat akan mulai kembali melakukan aktivitas mereka namun dengan mekanisme kesehatan dan tetap mengutamakan keselamatan agar tidak terpapar virus corona,” ujar Arora.
Arora menuturkan, pengunjung toko yang akan masuk wajib dicek suhunya terlebih dahulu oleh staf security menggunakan thermo gun. Menurut Arora, jika suhu tubuh melebihi suhu 37,5 derajat Celsius, maka disarankan untuk pulang atau tidak memasuki area gerai terlebih dahulu.
Lihat Juga :