4 Hal Sebabkan Hepatitis yang Kini Menyerang Anak-Anak Disebut Misterius
Rabu, 04 Mei 2022 - 19:11 WIB
loading...
Kejadian luar biasa penyakit hepatitis misterius tengah merebak dan menyerang anak-anak di dunia, termasuk Indonesia. Foto Ilustrasi/People
A
A
A
JAKARTA - Kejadian luar biasa penyakit hepatitis misterius tengah merebak dan menyerang anak-anak di dunia, termasuk Indonesia.
Kementerian Kesehatan menyatakan, penyakit hepatitis misterius sudah merenggut nyawa tiga anak di Indonesia. Sementara dikutip dari Fox News, kasus hepatitis misterius ini di Amerika Serikat mengalami peningkatan cukup signifikan dari waktu ke waktu.
Berbeda dengan jenis atau tipe hepatitis sebelumnya yang sudah dikenal masyarakat, yakni hepatitis B maupun hepatitis C, hepatitis yang tengah merebak ini mulai jadi perhatian sekaligus mengkhawatirkan dunia, termasuk WHO, dan disebut sebagai hepatitis misterius.
Baca Juga: Hepatitis Misterius, Waspada Jika Anak Alami Gejala Ini
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menyebutkan, ada empat alasan yang melatarbelakangi mengapa disebut hepatitis misterius.
Pertama karena memang disebabkan bukan dari virus hepatitis yang selama ini sudah diketahui dan cenderung menyerang anak-anak, yang mana biasanya memiliki sistem imunitas tubuh yang baik.
“Penyebabnya bukan virus hepatitis A, B, C, D, dan E yang dikenal. Menyerang anak-anak, notabene imunitasnya bagus,” mengutip bunyi cuitan Profesor Zubairi Djoerban di Twitter, Rabu (4/5/2022).
Selain itu, jenis hepatitis ini juga dianggap lebih membahayakan jiwa. “Mengancam nyawa, beberapa cangkok ginjal,” tambah Profesor Zubairi.
Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Diduga Penyebab Hepatitis Misterius, Ini Kata Ahli Epidemiologi
Terakhir, ia menilai mengapa kasus infeksi virus hepatitis kali ini jadi misterius, ialah karena diduga disebabkan Adenovirus 41 yang sebelumnya tidak pernah menyerang organ hati atau liver.
“Diduga Adenovirus 41 yang sebelumnya tak pernah merusak liver, kecuali imunitas buruk,” kata Profesor Zubairi.
Sebagai informasi, saat ini kasus hepatitis akut pada anak di dunia masih menjadi misterius dan belum diketahui jelas apa penyebabnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyatakan situasi ini sebagai outbreak atau kondisi luar biasa (KLB).
Per 3 Mei 2022, seperti dilaporkanReuters, WHO mengungkapkan mereka telah menerima setidaknya 228 laporan kasus hepatitis misterius tersebut dari 20 negara di dunia.
Kementerian Kesehatan menyatakan, penyakit hepatitis misterius sudah merenggut nyawa tiga anak di Indonesia. Sementara dikutip dari Fox News, kasus hepatitis misterius ini di Amerika Serikat mengalami peningkatan cukup signifikan dari waktu ke waktu.
Berbeda dengan jenis atau tipe hepatitis sebelumnya yang sudah dikenal masyarakat, yakni hepatitis B maupun hepatitis C, hepatitis yang tengah merebak ini mulai jadi perhatian sekaligus mengkhawatirkan dunia, termasuk WHO, dan disebut sebagai hepatitis misterius.
Baca Juga: Hepatitis Misterius, Waspada Jika Anak Alami Gejala Ini
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menyebutkan, ada empat alasan yang melatarbelakangi mengapa disebut hepatitis misterius.
Pertama karena memang disebabkan bukan dari virus hepatitis yang selama ini sudah diketahui dan cenderung menyerang anak-anak, yang mana biasanya memiliki sistem imunitas tubuh yang baik.
“Penyebabnya bukan virus hepatitis A, B, C, D, dan E yang dikenal. Menyerang anak-anak, notabene imunitasnya bagus,” mengutip bunyi cuitan Profesor Zubairi Djoerban di Twitter, Rabu (4/5/2022).
Selain itu, jenis hepatitis ini juga dianggap lebih membahayakan jiwa. “Mengancam nyawa, beberapa cangkok ginjal,” tambah Profesor Zubairi.
Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Diduga Penyebab Hepatitis Misterius, Ini Kata Ahli Epidemiologi
Terakhir, ia menilai mengapa kasus infeksi virus hepatitis kali ini jadi misterius, ialah karena diduga disebabkan Adenovirus 41 yang sebelumnya tidak pernah menyerang organ hati atau liver.
“Diduga Adenovirus 41 yang sebelumnya tak pernah merusak liver, kecuali imunitas buruk,” kata Profesor Zubairi.
Sebagai informasi, saat ini kasus hepatitis akut pada anak di dunia masih menjadi misterius dan belum diketahui jelas apa penyebabnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyatakan situasi ini sebagai outbreak atau kondisi luar biasa (KLB).
Per 3 Mei 2022, seperti dilaporkanReuters, WHO mengungkapkan mereka telah menerima setidaknya 228 laporan kasus hepatitis misterius tersebut dari 20 negara di dunia.
(tsa)
Lihat Juga :