Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Tinggal 2 Orang, Dokter Fajri: Keadaan Masih Dinamis
Kamis, 12 Mei 2022 - 07:39 WIB
loading...
Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran hingga saat ini tinggal dua orang. Dokter Relawan Covid-19 dan Edukator Kesehatan, Dr. Muhammad Fajri Adda’i menyarankan masyarakat tetap waspada. Foto/Dok.Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia tampaknya terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa waktu terakhir. Terbukti dengan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, hanya ada dua orang saja, pada Rabu (11/5/2022).
Ini tentunya menjadi kabar baik di tengah situasi pandemi Covid-19. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan waspada karena Covid-19 sejatinya masih ada.
“Wisma atlet sepi, tetapi kan kasus positif Covid-19 secara nasional masih ada ratusan dan pasien yang meninggal dunia pun masih ada. Potensi ledakan (kasus) juga kecil walaupun masyarakatnya sudah divaksin,” kata Dokter Relawan Covid-19 dan Edukator Kesehatan, Dr. Muhammad Fajri Adda’i saat dihubungi MNC Portal.
Dia menyarankan, sebaiknya masyarakat tidak lengah karena kondisi saat ini masih pandemi. Dia mengatakan, Indonesia perlu melihat negara-negara lain yang mengalami lonjakan kasus lagi ketika kebijakan protokol kesehatan dilonggarkan.
Baca Juga: Wisma Atlet Pulangkan 197 Pasien Omicron
">Ini tentunya menjadi kabar baik di tengah situasi pandemi Covid-19. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan waspada karena Covid-19 sejatinya masih ada.
“Wisma atlet sepi, tetapi kan kasus positif Covid-19 secara nasional masih ada ratusan dan pasien yang meninggal dunia pun masih ada. Potensi ledakan (kasus) juga kecil walaupun masyarakatnya sudah divaksin,” kata Dokter Relawan Covid-19 dan Edukator Kesehatan, Dr. Muhammad Fajri Adda’i saat dihubungi MNC Portal.
Dia menyarankan, sebaiknya masyarakat tidak lengah karena kondisi saat ini masih pandemi. Dia mengatakan, Indonesia perlu melihat negara-negara lain yang mengalami lonjakan kasus lagi ketika kebijakan protokol kesehatan dilonggarkan.
Baca Juga: Wisma Atlet Pulangkan 197 Pasien Omicron
“Indonesia sebaiknya tidak lengah. Artinya, Covid-19 tetap tidak bisa diremehkan. Tetap waspada sampai kondisi benar-benar terkendali. Yang perlu dipahami adalah, keadaan masih dinamis,” ujarnya.