Produk Nikotin Alternatif Bisa Jadi Solusi Turunkan Prevalensi Merokok
Minggu, 21 Juni 2020 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, di Indonesia saat ini, Kementerian Perindustrian tengah menginisiasi pembahasan SNI rokok elektrik. Namun, yang diprioritaskan adalah produk tembakau yang dipanaskan (HTP) dan bukan vape. Keputusan itu pun cukup dipertanyakan, apalagi HTP tidak beredar secara luas di Indonesia.
(Baca juga: APVI Minta Dilibatkan dalam Pembahasan SNI Rokok Elektrik )
Merepons hal tersebut, Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Edy Suprijadi meminta agar diikutsertakan Kemenperin dalam proses standardisasi produk rokok elektrik. APVI mempertanyakan keputusan Kemenperin yang terburu-buru dalam memprioritaskan pembahasan SNI produk HTP. Padahal, urgensi label SNI lebih dibutuhkan vape. Hal ini dianggap sebagai bentuk keberpihakan pemerintah untuk melindungi keamanan basis pengguna rokok elektrik terbesar di Indonesia.
(Baca juga: APVI Minta Dilibatkan dalam Pembahasan SNI Rokok Elektrik )
Merepons hal tersebut, Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Edy Suprijadi meminta agar diikutsertakan Kemenperin dalam proses standardisasi produk rokok elektrik. APVI mempertanyakan keputusan Kemenperin yang terburu-buru dalam memprioritaskan pembahasan SNI produk HTP. Padahal, urgensi label SNI lebih dibutuhkan vape. Hal ini dianggap sebagai bentuk keberpihakan pemerintah untuk melindungi keamanan basis pengguna rokok elektrik terbesar di Indonesia.
(nug)
Lihat Juga :