Viral! Wanita Menikah 8 Hari, Diceraikan Gara-Gara Nasi untuk Makan Suami Nempel di Baju
Kamis, 19 Mei 2022 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Kisah berlanjut saat Eka ternyata harus pindah dari rumahnya ke rumah orangtua si pria di Karawang, Jawa Barat. Keputusan ini diambil dengan alasan agar Eka mudah mengakses persiapan pernikahan, termasuk fitting baju pernikahan.
Lamaran dan akad nikah pun terjadi di waktu yang sama, 6 Maret 2022. Menurut Eka, itu dilakukan agar tidak ada hal buruk menimpa dirinya.
Setelah sah jadi istri di mata agama, Eka dibawa suaminya ke rumah orangtua si pria. Rencananya, Eka menetap di rumah mertuanya sepekan sampai resepsi berlangsung.
"Namun, tepat sehari setelah lamaran dan akad, yaitu 7 Maret 2022, mertuaku mengizinkan aku untuk tinggal di rumah suamiku," cerita Eka. Ya, suami Eka sebelum sah menikahinya memang sudah punya rumah sendiri, terpisah dari rumah orangtuanya.
Eka merasa senang akhirnya satu atap dengan suaminya. Dari situ dia pun mulai mengenali suaminya, baik apa yang disuka maupun tak disuka. Melakukan berbagai hal yang saat itu dipikir Eka akan dapat menyenangkan hati suaminya.
Sampai pada 8 Maret 2022 kejadian tak terduga terjadi dan itu membuat Eka yakin kalau suaminya mengidap OCD. Awalnya dia tak mempermasalahkan kondisi kesehatan mental suaminya dengan OCD, karena meski ada gangguan OCD suaminya hidup dengan baik, segalanya steril.
Di sisi lain, Eka menjelaskan kalau selama hidup seatap dengan suaminya, ia baru tahu kalau suaminya itu tempramental dan tak dapat mengatur emosinya.
Tahu akan sifat buruk sang suami, Eka menyarankan agar imam dirinya itu bertemu dengan psikolog untuk konsultasi. Suami Eka menolak.
Pada 9 Maret 2022, Eka cek darah karena merasa badannya tidak sehat. Hasil keluar dan menyatakan kalau Eka kena demam berdarah. Selain DBD, Eka pun dinyatakan positif Covid-19. Suaminya juga positif Covid-19.
Karena demam tinggi, suami Eka dirawat di klinik. Dia tak mau dirawat di rumah sakit, ribet katanya. Alhasil, Eka merawat sang suami dalam kondisi sama-sama sedang sakit.
Sampai suatu ketika, tak sengaja pakaian Eka mengenai nasi yang akan dimakan suaminya. Seketika suami Eka marah besar. Dia bilang nasi yang sudah kena baju tidak bisa dimakan lagi.
"Aku yang sudah kelelahan, ditambah kurang tidur sejak awal satu rumah dengannya, mendengar dia marah hanya karena nasi kena pakaian, aku ngambek. Ku diamkan dia," ungkap Eka.
Sang suami tak terima dengan sikap cuek bebek Eka kepadanya. Suami Eka kemudian membentak Eka, menyuruh Eka untuk meminta maaf. Eka menurutinya.
Lamaran dan akad nikah pun terjadi di waktu yang sama, 6 Maret 2022. Menurut Eka, itu dilakukan agar tidak ada hal buruk menimpa dirinya.
Setelah sah jadi istri di mata agama, Eka dibawa suaminya ke rumah orangtua si pria. Rencananya, Eka menetap di rumah mertuanya sepekan sampai resepsi berlangsung.
"Namun, tepat sehari setelah lamaran dan akad, yaitu 7 Maret 2022, mertuaku mengizinkan aku untuk tinggal di rumah suamiku," cerita Eka. Ya, suami Eka sebelum sah menikahinya memang sudah punya rumah sendiri, terpisah dari rumah orangtuanya.
Eka merasa senang akhirnya satu atap dengan suaminya. Dari situ dia pun mulai mengenali suaminya, baik apa yang disuka maupun tak disuka. Melakukan berbagai hal yang saat itu dipikir Eka akan dapat menyenangkan hati suaminya.
Sampai pada 8 Maret 2022 kejadian tak terduga terjadi dan itu membuat Eka yakin kalau suaminya mengidap OCD. Awalnya dia tak mempermasalahkan kondisi kesehatan mental suaminya dengan OCD, karena meski ada gangguan OCD suaminya hidup dengan baik, segalanya steril.
Di sisi lain, Eka menjelaskan kalau selama hidup seatap dengan suaminya, ia baru tahu kalau suaminya itu tempramental dan tak dapat mengatur emosinya.
Tahu akan sifat buruk sang suami, Eka menyarankan agar imam dirinya itu bertemu dengan psikolog untuk konsultasi. Suami Eka menolak.
Pada 9 Maret 2022, Eka cek darah karena merasa badannya tidak sehat. Hasil keluar dan menyatakan kalau Eka kena demam berdarah. Selain DBD, Eka pun dinyatakan positif Covid-19. Suaminya juga positif Covid-19.
Karena demam tinggi, suami Eka dirawat di klinik. Dia tak mau dirawat di rumah sakit, ribet katanya. Alhasil, Eka merawat sang suami dalam kondisi sama-sama sedang sakit.
Sampai suatu ketika, tak sengaja pakaian Eka mengenai nasi yang akan dimakan suaminya. Seketika suami Eka marah besar. Dia bilang nasi yang sudah kena baju tidak bisa dimakan lagi.
"Aku yang sudah kelelahan, ditambah kurang tidur sejak awal satu rumah dengannya, mendengar dia marah hanya karena nasi kena pakaian, aku ngambek. Ku diamkan dia," ungkap Eka.
Sang suami tak terima dengan sikap cuek bebek Eka kepadanya. Suami Eka kemudian membentak Eka, menyuruh Eka untuk meminta maaf. Eka menurutinya.
Lihat Juga :