Tetap Eksis saat Pandemi, Adelle Jewellery Gelar Festival Wedding Virtual
Senin, 22 Juni 2020 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Langkah berikutnya adalah langkah development atau pengembangan, baik development sistem maupun development karyawan AJ. Ini dilakukan agar manajemen dan karyawan mendapatkan banyak pengetahuan dan selalu berpikir positif. "Di masa pandemi ini banyak sekali pelatih-pelatih sukses memberikan pelatihan gratis di online Youtube. Saya telah kasih target ke karyawan untuk mengikuti program ini, sehingga kompetensi karyawan dan soft skill-nya meningkat," tutur Michael.
Menurutnya, melalui pengembangan sistem ini, banyak perbaikan sistem sehingga bisa efektif dan efisien. Banyak kegiatan produktif yang bisa ditekankan ke tim, sehingga menghasilkan banyak pengetahuan baru dan strategi-strategi baru. Selanjutnya, langkah ketiga yang tak kalah pentingnya adalah melakukan inovasi yang membuat AJ tetap bertahan
"Kenapa kita masih bertahan, karena kita banyak melakukan inovasi baru, yaitu melakukan penjualan perhiasan secara online, seperti di antaranya penjualan online di media sosial Instagram. Dalam waktu 1,5 jam, hampir 15 piece barang perhiasan berlian di atas harga Rp10 juta kebanyakan yang terjual. Ada juga perhiasan dengan harga per piece Rp40 juta, Rp50 juta, sampai Rp60 juta, yang terjual," ungkap Michael.
Melalui akun instagram Adelle Jewellery dan media lainnya, customer dapat memperoleh banyak informasi dari setiap produk AJ. "Ada juga ketika AJ berkolaborasi dengan influencer Patricia Stefani, dalam waktu 2 jam, hampir 200-an piece perhiasan terjual," terangnya.
(Baca juga: Tips Tampil Cantik Berhijab dengan Perawatan yang Tepat )
Memasuki masa new normal , AJ merasa sudah berada dalam kondisi siap. Mereka akan bergerak secara online maupun offline melalui tujuh gerai yang berada di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Bekasi. AJ akan tetap mempertahankan penjualan online, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, lantaran memberikan dampak yang luar biasa terhadap keberlangsungan bisnisnya.
"Tentu, penjualan online ada targetnya. Kami bersyukur, penjualan berlian online kami mencapai tiga setengah lipat dari target yang kami targetkan, malah bisa lima kali lipat dari target yang ditentukan. Penjualan online kami sukses sekali," kata Michael yang juga tidak menduga, pembeli berlian AJ secara online banyak berasal dari luar Jawa, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Makassar, Medan dan daerah lainnya.
Menurutnya, melalui pengembangan sistem ini, banyak perbaikan sistem sehingga bisa efektif dan efisien. Banyak kegiatan produktif yang bisa ditekankan ke tim, sehingga menghasilkan banyak pengetahuan baru dan strategi-strategi baru. Selanjutnya, langkah ketiga yang tak kalah pentingnya adalah melakukan inovasi yang membuat AJ tetap bertahan
"Kenapa kita masih bertahan, karena kita banyak melakukan inovasi baru, yaitu melakukan penjualan perhiasan secara online, seperti di antaranya penjualan online di media sosial Instagram. Dalam waktu 1,5 jam, hampir 15 piece barang perhiasan berlian di atas harga Rp10 juta kebanyakan yang terjual. Ada juga perhiasan dengan harga per piece Rp40 juta, Rp50 juta, sampai Rp60 juta, yang terjual," ungkap Michael.
Melalui akun instagram Adelle Jewellery dan media lainnya, customer dapat memperoleh banyak informasi dari setiap produk AJ. "Ada juga ketika AJ berkolaborasi dengan influencer Patricia Stefani, dalam waktu 2 jam, hampir 200-an piece perhiasan terjual," terangnya.
(Baca juga: Tips Tampil Cantik Berhijab dengan Perawatan yang Tepat )
Memasuki masa new normal , AJ merasa sudah berada dalam kondisi siap. Mereka akan bergerak secara online maupun offline melalui tujuh gerai yang berada di Surabaya, Jakarta, Bandung dan Bekasi. AJ akan tetap mempertahankan penjualan online, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, lantaran memberikan dampak yang luar biasa terhadap keberlangsungan bisnisnya.
"Tentu, penjualan online ada targetnya. Kami bersyukur, penjualan berlian online kami mencapai tiga setengah lipat dari target yang kami targetkan, malah bisa lima kali lipat dari target yang ditentukan. Penjualan online kami sukses sekali," kata Michael yang juga tidak menduga, pembeli berlian AJ secara online banyak berasal dari luar Jawa, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Makassar, Medan dan daerah lainnya.
Lihat Juga :