Kemenkes Gerak Cepat soal Kasus Virus Misterius di Jaksel, Epidemiolog: Kita Belajar dari Pandemi

Jum'at, 03 Juni 2022 - 11:32 WIB
loading...
Kemenkes Gerak Cepat...
Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman mengapresiasi aksi gerak cepat yang dilakukan tim surveilans Kemenkes dalam menangani virus misterius di Jakarta Selatan (Jaksel). Foto/Dok.MPI
A A A
JAKARTA - Sebanyak delapan orang yang tinggal di Cipete Selatan, Jakarta Selatan (Jaksel), dilaporkan sakit tapi diagnosanya belum jelas. Penyebab dari penyakit tersebut belum terdeteksi, sampai akhirnya tim surveilans Kementerian Kesehatan turun langsung ke lokasi tempat tinggal pasien.

Tikus dianggap sebagai penyebabnya. Tahu ada sesuatu yang belum terpecahkan, tim surveilans Kemenkes segera mengambil sampel dari tikus yang ada di lingkungan rumah pasien. Sampel tersebut berupa darah tikus, hasil swab tenggorokan tikus, hingga ginjal tikus.

Pemeriksaan dilakukan Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) yang ditunjuk menjadi pusat penelitiannya. Hingga kini, belum ada keterangan pasti benarkah tikus tersebut menyebarkan penyakit yang menyebabkan delapan warga Jaksel sakit.

Meski demikian, aksi cepat yang dilakukan tim surveilans Kemenkes bekerja sama dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan diapresiasi oleh Ahli Epidemiologi Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Menurutnya, gerak cepat ini menandakan bahwa surveilans di Jakarta, khususnya, berjalan dengan sangat baik.

Baca Juga: Heboh Hepatitis Misterius, Begini Penjelasan IDI
">

"Kita semua belajar dari pandemi. Ketika mengetahui ada sesuatu yang aneh, surveilans langsung diaktifkan dan itu yang dilakukan pada kasus penyakit virus misterius di Jakarta Selatan tersebut," papar Dicky saat dihubungi MNC Portal, Jumat (3/6/2022).

Dicky menjelaskan, saat ada kasus penyakit misterius, surveilans menjadi salah satu faktor penting yang memang diperlukan. Pasien segera diisolasi ke tempat yang lebih aman, sementara tim di lapangan bergerak mencari penyebab masalah.

Hal ini terjadi pada kasus Covid-19. Tindakan pencegahan penularan langsung diaktifkan sejalan dengan kasusnya yang belum diketahui penyebabnya, kala itu. Ini upaya mencegah penularan virus ke orang yang lebih banyak.

"Pasien perlu diisolasi, ditempatkan di lokasi yang aman selagi tim medis memantau kesehatannya dan menangani gejala yang dirasakan. Di sisi lain, tim surveilans mencari tahu penyebab masalah. Di sini diperlukan kolaborasi antara dokter manusia dengan dokter hewan," tambahnya.

Menurutnya, dokter atau kesehatan hewan perlu didiagnosa dalam menangani masalah yang dugaannya menyasar pada satu hewan secara khusus. Hewan yang sakit, terlebih penyakitnya menular, bisa sangat berbahaya jika dibiarkan hidup berdekatan dengan manusia.

"Kalau ditemukan ada hewan yang mati, ini jauh lebih berbahaya. Harus dicari tahu penyebabnya dan segera diberantas. Pada kasus virus misterius Jaksel ini bahkan hewan terduganya tikus, ini bahaya jika benar ada kaitannya dengan tikus," ujarnya.

Dicky sangat menghimbau kepada masyarakat untuk memastikan lingkungan rumahnya bersih, termasuk kebersihan tubuh. Di musim wabah penyakit seperti sekarang, proteksi termudah yang bisa dilakukan adalah memastikan diri sendiri dan tempat tinggal, serta lingkungan di sekitar rumah bersih.

"Kalau ada tikus di rumah, itu tandanya ada sesuatu yang tidak bersih. Ada barang yang menumpuk dan ini harus segera dibersihkan. Kencing tikus, kotoran tikus, hingga cairan yang keluar dari tikus itu bisa memberi dampak buruk pada kesehatan manusia," ungkap Dicky.

"Ingat, tikus itu pembawa virus yang sangat baik dan potensi menyebarkannya ke manusia dekat, apalagi kontaknya langsung ke manusia. Untuk itu, hindari kontak langsung dengan tikus dengan memastikan rumah bersih dan tidak ada sarang tikus di rumah," tambahnya.
(hri)
Lihat Juga :
wa-channel
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Resmi Dibuka Brawijaya...
Resmi Dibuka Brawijaya Lounge & Resto, Sajikan Kuliner Nusantara Nan Elegan
Musim Hujan Tiba, Waspadai...
Musim Hujan Tiba, Waspadai Penyakit dan Terapkan Tips Kesehatan dari Pakar Epidemiologi
Top 10 Restoran Fine...
Top 10 Restoran Fine Dining di Jakarta, Nomor 5 Jadi Andalan Gen Z!
Uganda Dilanda Penyakit...
Uganda Dilanda Penyakit Dinga Dinga, Penderitanya Bergetar seperti Menari
5 Resto Ramen Terbaik...
5 Resto Ramen Terbaik di Jakarta Selatan, Dijamin Worth It!
Epidemiolog Imbau Waspadai...
Epidemiolog Imbau Waspadai Pandemi Disease X, Angka Kematiannya Tinggi
Perbaikan Jalan Ambles...
Perbaikan Jalan Ambles di Lenteng Agung Telan Anggaran Rp380 Juta
Penampakan Jalan Ambles...
Penampakan Jalan Ambles di Lenteng Agung Arah Depok, Kedalaman Hampir 2 Meter
Raksha Loka Fest di...
Raksha Loka Fest di Jaksel, Tim FIA UI Dorong Literasi Keuangan Komunitas Iklim
Rekomendasi
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Berita Terkini
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 6: Konflik Memuncak! Jaka Jual Aset Mertua, Rumah Tangga Mila di Ujung Tanduk
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Netizen Auto Heboh!...
Netizen Auto Heboh! Nathalie Holscher dan Aripat Kompak Main 'Hitung Mundur'
Terpopuler
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved