Pentingnya Edukasi Gizi Anak untuk Cegah Stunting
Rabu, 24 Juni 2020 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Harian YAICI Arif Hidayat, SE, MM menyebutkan, SKM adalah gula beraroma susu. "Dari survei yang dilakukan YAICI tahun 20l8, SKM bahkan memakan korban," kata Arif.
Survei yang dilakukan di Batam dan Kendari menunjukkan, ada anak yang menderita gizi buruk bahkan sampai meninggal dunia akibat hanya mengonsumsi SKM. Masalahnya edukasi bahwa SKM bukanlah susu belum sepenuhnya didukung pemerintah. Terbukti dalam paket sembako yang diberikan, masih terselip SKM.
"Di sembako yang diberikan di masa COVID-19 ini, ada SKM. Padahal SKM mengandung gula 50% lebih," imbuh Arif.
Spesialis Anak Dr. dr. T. Rachmat, Sp.A, MARS menegaskan bahwa SKM seharusnya tidak diberikan pada anak di bawah 18 tahun.
"ASI diberikan 0-6 bulan, 6-24 bulan ASI dan MPASI, lewat dari usia itu makanan keluarga dengan gizi seimbang. Jangan berikan SKM," ujar dr. Rachmat.
Survei yang dilakukan di Batam dan Kendari menunjukkan, ada anak yang menderita gizi buruk bahkan sampai meninggal dunia akibat hanya mengonsumsi SKM. Masalahnya edukasi bahwa SKM bukanlah susu belum sepenuhnya didukung pemerintah. Terbukti dalam paket sembako yang diberikan, masih terselip SKM.
"Di sembako yang diberikan di masa COVID-19 ini, ada SKM. Padahal SKM mengandung gula 50% lebih," imbuh Arif.
Spesialis Anak Dr. dr. T. Rachmat, Sp.A, MARS menegaskan bahwa SKM seharusnya tidak diberikan pada anak di bawah 18 tahun.
"ASI diberikan 0-6 bulan, 6-24 bulan ASI dan MPASI, lewat dari usia itu makanan keluarga dengan gizi seimbang. Jangan berikan SKM," ujar dr. Rachmat.
Lihat Juga :