4 Tradisi Suku Terunik di Indonesia, Nomor 2 Ganti Pakaian Jenazah

Sabtu, 25 Juni 2022 - 10:38 WIB
loading...
4 Tradisi Suku Terunik di Indonesia, Nomor 2 Ganti Pakaian Jenazah
Tradisi suku terunik di Indonesia sangat beragam. Letak geografis dan latar belakang sejarah berbeda, menjadikan suku di Indonesia memiliki tradisi berbeda. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Tradisi suku terunik di Indonesia sangat beragam. Letak geografis dan latar belakang sejarah yang berbeda, menjadikan suku di Indonesia memiliki tradisi yang juga berbeda-beda.

Beberapa suku di Indonesia bahkan memiliki tradisi yang unik dan tidak biasa. Mulai dari meruncingkan gigi, mengganti pakaian jenazah hingga berdandan ala kerbau. Seperti halnya empat tradisi ini.

Berikut daftar tradisi suku terunik di Indonesia dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga: Memandikan Sapi dengan Air Sendang Bidadari, Tradisi Unik di Gresik Sambut Ramadhan

1. Tradisi Meruncingkan Gigi

4 Tradisi Suku Terunik di Indonesia, Nomor 2 Ganti Pakaian Jenazah

Foto/Okezone

Tradisi meruncingkan gigi dilakukan oleh para perempuan dari suku Mentawai. Tradisi yang sudah turun-temurun dilakukan ini merupakan cara perempuan di suku Mentawai untuk tampil lebih cantik dan dewasa. Tradisi ini juga diyakini mengantarkan para wanita menuju kedamaian.

Di mana gigi akan diruncingkan dengan peruncing yang terbuat dari besi atau kayu. Meski harus merasakan sakit dalam waktu yang lama, suku yang terletak di Sumatera Barat ini mempercayai perempuan yang giginya runcing memiliki nilai yang lebih daripada yang giginya biasa saja.

2. Tradisi Ma'nene

4 Tradisi Suku Terunik di Indonesia, Nomor 2 Ganti Pakaian Jenazah

Foto/Okezone

Tradisi Ma'nene merupakan tradisi yang berasal dari Tana Toraja. Tradisi ini dilakukan dengan ritual pemandian, perawatan, dan menggantikan pakaian jenazah leluruh atau kerabat. Selain itu jenazah juga akan diarak keliling kampung, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa orang meninggal tersebut. Ritual ini diadakan setiap 3 tahun sekali.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1796 seconds (10.101#12.26)