Indonesia-Jepang Perkuat Transformasi Digital untuk Atasi Stunting dan Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak
Rabu, 30 Oktober 2024 - 13:43 WIB
loading...
Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama dalam transformasi digital guna mengatasi masalah stunting dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Foto/Tim SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama dalam transformasi digital guna mengatasi masalah stunting dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah Indonesia untuk mengintegrasikan teknologi dalam sektor pelayanan kesehatan . Plt Kepala LAN RI Muhammad Taufik mengatakan pentingnya sinergi lintas instansi untuk mencapai tujuan ini.
“Birokrasi yang berpikir holistik menjadi kunci utama dalam mendorong digitalisasi pelayanan kesehatan yang inklusif. Dengan kemajuan teknologi, pemerintah optimis bahwa hambatan ini dapat diatasi melalui pendekatan kolaboratif yang kuat," kata Taufik dalam seminar Digitalization of Public Services By Local Governments: Indonesia and Japan's Experiences in Reforming Digital Services to Ensure Maternal and Child Health as well as Overcoming Stunting Issue di Jakarta pada Selasa 29 Oktober 2024.
Baca Juga: Stunting Bisa Jadi Gejala Gagal Ginjal pada Anak, Dokter Tekankan Pentingnya Deteksi Dini
Jepang memiliki sejarah panjang dalam menangani stunting selama lebih dari 40 tahun, dengan pendekatan holistik yang mengutamakan peningkatan nutrisi dan pemantauan kesehatan anak sejak dini. Pada 1948, prevalensi stunting di negara ini mencapai 50 persen.
Melalui program intensif yang menitikberatkan pada periode 1000 hari pertama kehidupan anak dan nutrisi ibu hamil serta menyusui, angka stunting berhasil ditekan drastis hingga mencapai 5,7 persen pada 1986.
Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah Indonesia untuk mengintegrasikan teknologi dalam sektor pelayanan kesehatan . Plt Kepala LAN RI Muhammad Taufik mengatakan pentingnya sinergi lintas instansi untuk mencapai tujuan ini.
“Birokrasi yang berpikir holistik menjadi kunci utama dalam mendorong digitalisasi pelayanan kesehatan yang inklusif. Dengan kemajuan teknologi, pemerintah optimis bahwa hambatan ini dapat diatasi melalui pendekatan kolaboratif yang kuat," kata Taufik dalam seminar Digitalization of Public Services By Local Governments: Indonesia and Japan's Experiences in Reforming Digital Services to Ensure Maternal and Child Health as well as Overcoming Stunting Issue di Jakarta pada Selasa 29 Oktober 2024.
Cara Jepang Atasi Stunting
Baca Juga: Stunting Bisa Jadi Gejala Gagal Ginjal pada Anak, Dokter Tekankan Pentingnya Deteksi Dini
Jepang memiliki sejarah panjang dalam menangani stunting selama lebih dari 40 tahun, dengan pendekatan holistik yang mengutamakan peningkatan nutrisi dan pemantauan kesehatan anak sejak dini. Pada 1948, prevalensi stunting di negara ini mencapai 50 persen.
Melalui program intensif yang menitikberatkan pada periode 1000 hari pertama kehidupan anak dan nutrisi ibu hamil serta menyusui, angka stunting berhasil ditekan drastis hingga mencapai 5,7 persen pada 1986.
Lihat Juga :