Industri Kuliner di Indonesia Semakin Menjanjikan, IFGC 2022 Hadirkan Peluang Bisnis
Jum'at, 15 Juli 2022 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
"Sampai saat ini bisnis F&B begitu menguasai hampir 55 persen semua bisnis waralaba dan respon masyarakat bagus ada permintaan dan peluang yang direspon bagus pelaku usaha sehingga dibuka banyak bisnis kuliner meski sebagai pelaku bisnis F&B harus kreatif dan inovatif karena semakin banyak kompetitor dan banyak F&B asing yang masuk Indonesia dan banyak F&B Indonesia go internasional jadi contoh sudah ada di Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Timur Tengah, Eropa dan Amerika,"ujarnya kepada SINDOnews.com seusai pembukaan International F&B Growth Conference (IFGC) Indonesia 2022 di Pullman Central Park, Jakarta Barat, Jumat (15/7/2022).
Levita Supit menjelaskan Indonesia merupakan pasar yang seksi dimana semua negara berbondong mau masuk bisnis ke Indonesia karena penduduk Indonesia 250 juta jiwa itu menjadi segmen pasar yang besar dan ingat masyarakat Indonesia orang spender konsumtif nah itulah yang menjadi incaran semua pelaku bisnis F&B terutama dari luar Negeri yang masuk ke Indonesia jadi bisnis F&B dari luar gak hanya dari Singapura tapi ada Amerika, Vietnam, Thailand semua pun rebutan mau masuk ke Indonesia.
"Jadi Indonesia masih menjadi negara pasar yang potensial untuk membuka bisnis khususnya F&B dan bisnis franchise atau waralaba itu 55 persen di Indonesia dikuasai F&B. Masyarakat boleh gak shoping atau apa tapi urusan perut kan nomor satu tinggal masuk resto sesuai kantong jadi peluang bisnis F&B di Indonesia masih sangat besar," tegasnya.
Co-founders Simple Group Ishaan Poddar mengatakan, IFGC digelar di Indonesia, mengingat prospek ekonomi makro negara yang kuat dan lanskap konsumen yang menguntungkan. Apalagi pertumbuhan bisnis F&B di Indonesia masih sangat menarik.
“Kami menyatukan stakeholder F&B di berbagai negara dalam satu platform untuk membantu pemilik brand memahami dinamika pasar dan mengidentifikasi mitra yang tepat untuk bekerja sama menuju go internasional,” terangnya.
Levita Supit menjelaskan Indonesia merupakan pasar yang seksi dimana semua negara berbondong mau masuk bisnis ke Indonesia karena penduduk Indonesia 250 juta jiwa itu menjadi segmen pasar yang besar dan ingat masyarakat Indonesia orang spender konsumtif nah itulah yang menjadi incaran semua pelaku bisnis F&B terutama dari luar Negeri yang masuk ke Indonesia jadi bisnis F&B dari luar gak hanya dari Singapura tapi ada Amerika, Vietnam, Thailand semua pun rebutan mau masuk ke Indonesia.
"Jadi Indonesia masih menjadi negara pasar yang potensial untuk membuka bisnis khususnya F&B dan bisnis franchise atau waralaba itu 55 persen di Indonesia dikuasai F&B. Masyarakat boleh gak shoping atau apa tapi urusan perut kan nomor satu tinggal masuk resto sesuai kantong jadi peluang bisnis F&B di Indonesia masih sangat besar," tegasnya.
Co-founders Simple Group Ishaan Poddar mengatakan, IFGC digelar di Indonesia, mengingat prospek ekonomi makro negara yang kuat dan lanskap konsumen yang menguntungkan. Apalagi pertumbuhan bisnis F&B di Indonesia masih sangat menarik.
“Kami menyatukan stakeholder F&B di berbagai negara dalam satu platform untuk membantu pemilik brand memahami dinamika pasar dan mengidentifikasi mitra yang tepat untuk bekerja sama menuju go internasional,” terangnya.
(hri)
Lihat Juga :