WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Global, IDI Sarankan Tak Berhubungan Seks dengan Penderita Cacar Monyet

Senin, 25 Juli 2022 - 08:23 WIB
loading...
WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Global, IDI Sarankan Tak Berhubungan Seks dengan Penderita Cacar Monyet
WHO telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Menyusul penetapan tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat waspada. Foto/Getty Images
A A A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global pada Sabtu, 23 Juli 2022. Menyusul penetapan tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat waspada.

Untuk mencegah infeksi, Prof Zubairi Djoerban mewakili IDI menyarankan agar tidak berhubungan seks dengan penderita cacar monyet.

"Untuk mencegah infeksi, hindari kontak dari kulit ke kulit terhadap orang dengan cacar monyet. Selain itu jangan (berhubungan) seks dengannya (penderita cacar monyet)," tulis Prof Zubairi dikutip dari media sosialnya, Senin (25/7/2022).

Selain tidak berhubungan seks dengan penderita cacar monyet, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyentuh koreng atau lesi yang ada di kulit penderita. Begitu juga dengan tempat tidur, handuk, dan pakaian penderita serta berbagi peralatan makan dan minum.

Baca Juga: WHO Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Global, 75 Negara Terjangkit



"Plus sering cuci tangan dengan sabun," jelas Prof Zubairi.

Dengan tegas, dia pun mengimbau kepada pemerintah Indonesia untuk siaga akan penyakit ini. Mengingat kasus cacar monyet sudah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh WHO dan menjadi perhatian internasional.

"Menyusul pernyataan WHO bahwa wabah cacar monyet atau monkeypox sebagai darurat kesehatan global, maka Indonesia perlu siap siaga," ujar Prof Zubairi.

"Sangat penting untuk megonsolidasikan strategi mitigasi di berbagai tindakan, karena lebih dari 16 ribu kasus cacar monyet telah menyebar di 75 negara di dunia saat ini. Waspada," tandasnya.

Baca Juga: Cacar Monyet Bisa Menyebabkan Komplikasi, Salah Satunya Infeksi Paru
(dra)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1422 seconds (10.101#12.26)