7 Film Korea tentang Pelecehan Seksual, Nomor 3 Khusus Dewasa
Rabu, 27 Juli 2022 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Terinspirasi dari kisah nyata, Hope menceritakan kisah seorang gadis berusia 8 tahun mengalami pemerkosaan mengerikan yang dilakukan oleh pria paruh baya yang merupakan mantan narapidana kasus pelecehan seksual. Akibat kejadian ini, gadis tersebut harus memakai anus buatan lantaran ususnya rusak.
Pelecehan ini tak hanya merusak tubuhnya, tapi juga mempengaruhi secara emosional hingga membuatnya takut bertemu pria, termasuk ayahnya. Dia mencoba untuk mengatasi semua rintangan setelah kejadian tersebut dengan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
6. Silenced
![7 Film Korea tentang Pelecehan Seksual, Nomor 3 Khusus Dewasa]()
Foto/Imdb
Gang In Ho yang bekerja untuk mendapatkan uang guna operasi putrinya, ditugaskan ke sekolah untuk anak-anak tunarungu di Gwangju. Tetapi apa yang dia temukan di sana adalah hal yang buruk. Di mana anak-anak dilecehkan secara fisik dan seksual oleh guru mereka.
Ketika dia memutuskan untuk memperjuangkan hak-hak anak dan mengungkap kejahatan yang dilakukan di sekolah, In Ho bekerja sama dengan aktivis hak asasi manusia Seo Yu Jin. Tapi dia dan Yu Jin segera menyadari kepala sekolah dan guru, bahkan polisi, jaksa dan gereja di masyarakat berusaha menutupi kebenaran.
Baca Juga: 5 Film Korea yang Tidak Cocok Ditonton Anak Kecil, Banyak Adegan Panas
7. Memories of Murder
![7 Film Korea tentang Pelecehan Seksual, Nomor 3 Khusus Dewasa]()
Foto/Imdb
Film yang disutradarai oleh Bong Joon Ho ini menceritakan kembali salah satu kasus pembunuhan terbesar dalam sejarah Korea. Pembunuhan berantai Hwaseong mengguncang Korea Selatan ketika seorang pria tak dikenal memperkosa dan membunuh 10 wanita antara 15 September 1986 dan 3 April 1991.
Kasus ini menjadi catatan pertama yang diketahui tentang seorang pembunuh berantai di Korea Selatan dengan modus operandi yang jelas dan telah dibandingkan ke Zodiac Killer of America yang terkenal kejam. Dalam setiap kasus, para korban ditemukan terikat, alami kekerasan seksual, dan dicekik sampai mati dengan pakaian mereka sendiri.
Pihak berwenang tidak dapat mengidentifikasi tersangka meskipun memiliki bukti DNA, karena penyelidikan forensik masih dalam pengembangan awal. Polisi percaya pelaku berusia 20-an pada saat kejahatannya dengan tinggi 165 CM-170 CM, dan golongan darah B. Pembunuhan lain dengan modus operandi serupa diselidiki pada 2004.
Pelecehan ini tak hanya merusak tubuhnya, tapi juga mempengaruhi secara emosional hingga membuatnya takut bertemu pria, termasuk ayahnya. Dia mencoba untuk mengatasi semua rintangan setelah kejadian tersebut dengan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
6. Silenced

Foto/Imdb
Gang In Ho yang bekerja untuk mendapatkan uang guna operasi putrinya, ditugaskan ke sekolah untuk anak-anak tunarungu di Gwangju. Tetapi apa yang dia temukan di sana adalah hal yang buruk. Di mana anak-anak dilecehkan secara fisik dan seksual oleh guru mereka.
Ketika dia memutuskan untuk memperjuangkan hak-hak anak dan mengungkap kejahatan yang dilakukan di sekolah, In Ho bekerja sama dengan aktivis hak asasi manusia Seo Yu Jin. Tapi dia dan Yu Jin segera menyadari kepala sekolah dan guru, bahkan polisi, jaksa dan gereja di masyarakat berusaha menutupi kebenaran.
Baca Juga: 5 Film Korea yang Tidak Cocok Ditonton Anak Kecil, Banyak Adegan Panas
7. Memories of Murder

Foto/Imdb
Film yang disutradarai oleh Bong Joon Ho ini menceritakan kembali salah satu kasus pembunuhan terbesar dalam sejarah Korea. Pembunuhan berantai Hwaseong mengguncang Korea Selatan ketika seorang pria tak dikenal memperkosa dan membunuh 10 wanita antara 15 September 1986 dan 3 April 1991.
Kasus ini menjadi catatan pertama yang diketahui tentang seorang pembunuh berantai di Korea Selatan dengan modus operandi yang jelas dan telah dibandingkan ke Zodiac Killer of America yang terkenal kejam. Dalam setiap kasus, para korban ditemukan terikat, alami kekerasan seksual, dan dicekik sampai mati dengan pakaian mereka sendiri.
Pihak berwenang tidak dapat mengidentifikasi tersangka meskipun memiliki bukti DNA, karena penyelidikan forensik masih dalam pengembangan awal. Polisi percaya pelaku berusia 20-an pada saat kejahatannya dengan tinggi 165 CM-170 CM, dan golongan darah B. Pembunuhan lain dengan modus operandi serupa diselidiki pada 2004.
(dra)
Lihat Juga :