Gejala BA.2.75 yang Belum Banyak Diketahui, Kenali dan Waspada!

Senin, 01 Agustus 2022 - 08:15 WIB
loading...
Gejala BA.2.75 yang Belum Banyak Diketahui, Kenali dan Waspada!
Subvarian BA.2.75 jadi sorotan utama saat ini setelah kasusnya ditemukan di Indonesia. Masyarakat diminta untuk perketat lagi masker dan kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan. Foto Ilustrasi/Times of India
A A A
JAKARTA - Subvarian BA.2.75 jadi sorotan utama saat ini setelah kasusnya ditemukan di Indonesia. Masyarakat diminta untuk perketat lagi masker dan kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan.

BA.2.75 sendiri adalah subvarian Omicron yang berasal dari mutasi BA.2. Subvarian ini dipercaya sangat mudah menyebar antarmanusia dan mampu melawan sistem antibodi yang diciptakan vaksinasi.

Baca Juga: Covid-19 BA.2.75 Ditemukan di Indonesia, Berapa Besar Bahayanya?

"Jika menganalogikan seperti satu pohon, Omicron adalah pohonnya, BA.2 adalah batangnya, sedangkan BA.2.75 adalah ranting di batang BA.2," ungkap Jasmine Plummer, PhD, asisten profesor dan direktur asosiasi inti genomik di Cedars Sinai Medical Center, dikutip dari laman Health, Senin (1/8/2022).

Nah, bicara soal gejala, apakah BA.2.75 punya gejala yang sama dengan BA.2, BA.4, BA.5, atau Omicron secara keseluruhan?

Plummer menjelaskan bahwa gejala dari BA.2.75 tidak jauh berbeda dengan Omicron pada umumnya. "Gejala BA.2.75 adalah batuk, kelelahan, hidung tersumbat, dan pilek," ungkap Plummer.

Tapi, dirinya melihat bahwa gejala dari BA.2.75 itu lebih ringan dibanding infeksi Omicron, terutama pada mereka yang sudah divaksinasi. "Jadi, bisa dibilang gejala dari BA.2.75 akan lebih ringan daripada jenis Covid-19 sebelum-sebelumnya," tambah dia.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Subvarian BA.2.75 Sudah Ada di Indonesia, Ini Kata Menkes Budi

Lantas, apa bedanya BA.2.75 dengan Subvarian Omicron lain?

Laman Gulf News menjelaskan bahwa BA.2.75 memiliki spike protein yang sangat banyak di keluarga Omicron. Ini memungkinkan subvarian itu bermutasi dan bisa saja memperburuk kondisi pandemi saat ini.

"Para ilmuwan telah menyebutkan bahwa BA.2.75 memiliki setidaknya 11 mutasi unik dibanding BA.5. Ini membuatnya sangat menular," ungkap laporan tersebut.

Selain itu, ada 36 asam amino yang bermutasi dalam protein spike BA.2.75. Dengan mutasi tersebut, itu menyumbang sekitar 10 persen dari genom SARS-CoV2.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1447 seconds (11.252#12.26)