Perbedaan Demam Biasa dengan Covid-19, Kenali dan Waspadai
Senin, 08 Agustus 2022 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Prof Zubairi, ada kondisi tertentu yang mengharuskan demam segera diobati.
"Kalau demamnya baru saja muncul, boleh saja enggak minum obat. Tapi, kalau sudah beberapa jam dan masih panas atau panasnya langsung tinggi 39-40 derajat celcius, ya, perlu minum obat," jelas Prof Beri.
Untuk mengatasi demam, Prof Zubairi menyarankan mengonsumsi obat tertentu. Di antaranya aspirin dan acetaminophen atau paracetamol. Kedua obat tersebut dinilai aman dan efektif.
Namun, obat tersebut harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter. Jika mengonsumsi obat yang dijual bebas, Prof Zubairi menyarankan untuk membaca petunjuk pemakaian yang ada di kemasan.
Baca Juga: Nyeri Punggung Jadi Gejala COVID-19, Benarkah?
"Jika minum obat panas yang dijual bebas, maka ikuti saja petunjuk yang ada di kemasan. Misal 2x1 atau 4x1, ya, diminum sesuai aturan itu. Kalau sudah tidak panas, ya, hentikan. Jangan sampai overdosis," saran Prof Zubairi.
"Kalau demamnya baru saja muncul, boleh saja enggak minum obat. Tapi, kalau sudah beberapa jam dan masih panas atau panasnya langsung tinggi 39-40 derajat celcius, ya, perlu minum obat," jelas Prof Beri.
Untuk mengatasi demam, Prof Zubairi menyarankan mengonsumsi obat tertentu. Di antaranya aspirin dan acetaminophen atau paracetamol. Kedua obat tersebut dinilai aman dan efektif.
Namun, obat tersebut harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter. Jika mengonsumsi obat yang dijual bebas, Prof Zubairi menyarankan untuk membaca petunjuk pemakaian yang ada di kemasan.
Baca Juga: Nyeri Punggung Jadi Gejala COVID-19, Benarkah?
"Jika minum obat panas yang dijual bebas, maka ikuti saja petunjuk yang ada di kemasan. Misal 2x1 atau 4x1, ya, diminum sesuai aturan itu. Kalau sudah tidak panas, ya, hentikan. Jangan sampai overdosis," saran Prof Zubairi.
Lihat Juga :