Mengenal Mati Otak seperti Dialami Anne Heche usai Kecelakaan Mobil

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 17:24 WIB
loading...
Mengenal Mati Otak seperti Dialami Anne Heche usai Kecelakaan Mobil
Anne Heche meninggal dunia seminggu setelah terluka parah dalam kecelakaan mobil yang menyebabkannya koma dan mengalami mati otak pada Jumat, 12 Agustus 2022. Foto/New York Post
A A A
JAKARTA - Anne Heche meninggal dunia seminggu setelah terluka parah dalam kecelakaan mobil yang menyebabkannya koma dan mengalami mati otak . Anne menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Anne meninggal di sebuah rumah sakit di daerah Los Angeles pada usia 53 tahun. Kabar meninggalnya Anne telah dikonfirmasi oleh perwakilan keluarga sang artis ke TMZ.

“Kami telah kehilangan cahaya terang, jiwa yang baik dan paling menyenangkan, ibu yang penuh kasih, dan teman yang setia. Anne akan sangat dirindukan tetapi dia hidup melalui putra-putranya, karya ikoniknya, dan pembelaannya yang penuh semangat," kata perwakilan keluarga Anne.

"Keberaniannya untuk selalu berdiri dalam kebenarannya, menyebarkan pesan cinta dan penerimaannya, akan terus memiliki dampak yang bertahan lama," sambungnya dilansir dari The Guardian, Sabtu (13/8/2022).

Baca Juga: 6 Ikan yang Bisa Menurunkan Kolesterol Jahat, Wajib Ada di Rumah

Perwakilan tersebut menegaskan bahwa Anne mengalami mati otak, yang menurut hukum California adalah definisi kematian. Meski sudah dinyatakan meninggal, jantungnya masih berdetak dan dia tetap menggunakan alat bantu hidup untuk mendonorkan organ tubuhnya.

Dilansir dari Very Well Health, mati otak adalah definisi klinis dan hukum dari kematian. Terkadang, ketika seseorang dinyatakan mati otak, jantungnya mungkin masih berdetak dan dada mereka bisa naik turun setiap kali bernafas dari ventilator.

Kulit mungkin hangat dan orang yang mati otak tampak sedang beristirahat. Fungsi fisik ini ada pada orang yang mati otak karena kerusakan fisik sebenarnya tersembunyi di otak, bukan terlihat di tubuh.

Sel-sel otak tidak beregenerasi secara efektif. Hal ini membuat otak sulit untuk pulih dari cedera. Orang yang mengalami mati otak tidak memiliki kesempatan untuk sembuh karena tubuh mereka tidak dapat bertahan hidup tanpa alat bantu hidup.

Baca Juga: 5 Minuman Penurun Kolesterol Cocok untuk Lansia, Terbukti Khasiatnya

Kerusakan otak yang serius dapat terjadi karena stroke, serangan jantung, atau trauma kepala. Ketika sel-sel otak mengalami kerusakan permanen, mereka tidak dapat diganti. Hilangnya fungsi otak secara besar-besaran menyebabkan kematian otak.

Sebelum seseorang dinyatakan mati otak, tiga kriteria klinis harus dipenuhi. Di antaranya adalah tidak responsif, tidak adanya refleks, apnea (ketidakmampuan bernapas tanpa ventilator).
(dra)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1223 seconds (10.101#12.26)