Frekuensi Berhubungan Seks, Benarkah Jadi Patokan Kebahagiaan Pasangan?
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
"Di hampir semua hubungan jangka panjang, sesuatu yang disebut kejenuhan seksual muncul sekitar dua atau tiga tahun," jelas Jory.
“Kejenuhan seksual adalah elemen yang sudah ada atau dilakukan bersamaan. Kecenderungan manusia menjadi bosan, itu bukan kesalahan, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan atau dipermalukan," sambungnya.
Sementara itu penelitian ketiga yang dilakukan di Kinsey Institute, Indiana, Amerika Serikat, memecah frekuensi seksual berdasarkan usia. Di mana orang di bawah usia 30 tahun melakukan hubungan seks rata-rata 112 kali setahun atau lebih dari dua kali dalam seminggu. Tapi, frekuensi itu menurun menjadi 86 kali setahun di antara usia 30-39 tahun, 69 kali per tahun untuk mereka yang berusia 40-49 tahun, dan sekitar 52 kali dalam satu tahun untuk pasangan berusia 50-an atau lebih.
Namun, cara Anda mengatasi kejenuhan itu penting untuk kebahagiaan jangka panjang. Sayang, Anda dan pasangan bisa tidak sepakat dalam hal frekuensi hubungan seks. Untuk mengatasinya, Bilek menyarankan untuk membicarakannya atau mungkin meminta bantuan profesional. Ini bertujuan agar mencapai kesepakatan bersama.
Hal senada dipaparkan Jory. Menurutnya, jika Anda dan pasangan tidak sinkron dalam hal seberapa sering harus berhubungan seks, langkah pertama yang mesti menjadi fokus dalam hubungan adalah perawatan. Bicaralah tentang apa yang terjadi, buka tentang kebutuhan dan fantasi Anda, dan jangan menilai satu sama lain.
“Kejenuhan seksual adalah elemen yang sudah ada atau dilakukan bersamaan. Kecenderungan manusia menjadi bosan, itu bukan kesalahan, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan atau dipermalukan," sambungnya.
Sementara itu penelitian ketiga yang dilakukan di Kinsey Institute, Indiana, Amerika Serikat, memecah frekuensi seksual berdasarkan usia. Di mana orang di bawah usia 30 tahun melakukan hubungan seks rata-rata 112 kali setahun atau lebih dari dua kali dalam seminggu. Tapi, frekuensi itu menurun menjadi 86 kali setahun di antara usia 30-39 tahun, 69 kali per tahun untuk mereka yang berusia 40-49 tahun, dan sekitar 52 kali dalam satu tahun untuk pasangan berusia 50-an atau lebih.
Namun, cara Anda mengatasi kejenuhan itu penting untuk kebahagiaan jangka panjang. Sayang, Anda dan pasangan bisa tidak sepakat dalam hal frekuensi hubungan seks. Untuk mengatasinya, Bilek menyarankan untuk membicarakannya atau mungkin meminta bantuan profesional. Ini bertujuan agar mencapai kesepakatan bersama.
Hal senada dipaparkan Jory. Menurutnya, jika Anda dan pasangan tidak sinkron dalam hal seberapa sering harus berhubungan seks, langkah pertama yang mesti menjadi fokus dalam hubungan adalah perawatan. Bicaralah tentang apa yang terjadi, buka tentang kebutuhan dan fantasi Anda, dan jangan menilai satu sama lain.
Lihat Juga :