Ke Lombok, Pastikan Menikmati Keindahan Desa Wisata Senaru Nan Memesona
Selasa, 16 Agustus 2022 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk melakukan river, kami telah menyiapkan ban dan baju pelampung dan cukup Rp100.000 per orang dan river akan menempuh jarak 2,5 km dengan ditempuh sekitar 45 menit,” ucapnya.
Awalnya, kata Herman lokasi Sungai Senaru ini akan dijadikan tempat arum jeram, karena debit airnya kecil maka hanya cukup River Tubing. Namun tak kalah serunya dengan arum jeram dan ini semakin sempurna karena di tengah perjalanan disuguhkan kelapa muda. Wuh nikmat dan ini hanya di Indonesia Aja.
Masih banyak destinasi wisata dan tradisi serta kuliner yang menarik di Desa Wisata Senaru ini, Yuk kita tengok apa saja!.
Air Terjun Tiu Kelep
Untuk menuju lokasi air terjun Tiu Kelep melewati air terjun sendang Gile (air terjun pertama sebelum Tiu Kelep) terdapat anak tangga batu yang menurun dan tersusun dengan rapi, di sana Sobat Wajah Indonesia akan menemukan monyet ekor panjang selama menginjakan anak tangga.
Sebelum menuju air terjun Tiu Kelep yang begitu indah, Anda akan melewati anak sungai dengan air yang begitu sejuk. Meskipun sungainya dangkal, tetapi airnya cukup deras. Sobat harus berhati-hati melewati jalur ini. Selepas melewati sungai akan melewati batu besar. Gemuruh suara air terjun sudah semakin jelas, itu tandanya Sobat sudah dekat dengan air terjun Tiu Kelep.
Anda membutuhkan waktu sekitar 35-45 menit dimulai dari gerbang hingga menuju air terjun. Anda hanya perlu menyiapkan uang Rp. 10.000 per orang untuk biaya tiket masuk ke air terjun Tiu Kelep. Saat sampai di kawasan Tiu Kelep rasa lelah Sobat akan terbayar dengan derasnya air terjun dan sejuknya bisa menjadi terapi pijat. Sobat dapat berenang atau sekadar bermain air, namun harus tetap berhati-hati.
Tradisi Peresean
Desa Wisata Senaru tidak hanya memiliki alam yang sangat indah, tapi juga memiliki seni tradisional yang juga dinantikan oleh wisatawan, salah satunya adalah Budaya Peresean. Peresean merupakan tradisi pertarungan Suku Sasak ala gladiator, konon tradisi ini bertujuan sebagai permohonan untuk turun hujan. Dalam tradisi ini akan dilakukan pertarungan ala gladiator, di mana petarungnya menggunakan tameng kulit kerbau dan rotan.
![Ke Lombok, Pastikan Menikmati Keindahan Desa Wisata Senaru Nan Memesona]()
Dalam pelaksanaannya, para petarung diwajibkan menggunakan pakaian adat suku Sasak lengkap dengan penutup kepalanya. Kemudian dengan berbekal tameng kulit kerbau dan kayu rotan, pertarungan pun dimulai. Petarung tersebut dikenal dengan sebutan pepadu. Para petarung diwajibkan juga untuk bertelanjang dada. Pemenang akan ditentukan dengan melihat luka dari lawannya, apabila sudah agak parah maka pemenangnya bisa ditentukan.
Uniknya lagi, setelah pertarungan tersebut tidak ada yang saling marah atau menyimpan dendam, mereka diharuskan berpelukan dan saling memaafkan seperti tidak ada masalah sama sekali.
Buah Tangan dan Kuliner
Masih menyapa Desa Senaru. Jika bepergian kalau belum menikmati makanan khas yang kita kunjungi, rasanya kurang afdol. Bahkan cendera mata bisa dijadikan buah tangan sebagai tanda kalau kita pernah berkunjung di daerah tersebut.
Awalnya, kata Herman lokasi Sungai Senaru ini akan dijadikan tempat arum jeram, karena debit airnya kecil maka hanya cukup River Tubing. Namun tak kalah serunya dengan arum jeram dan ini semakin sempurna karena di tengah perjalanan disuguhkan kelapa muda. Wuh nikmat dan ini hanya di Indonesia Aja.
Masih banyak destinasi wisata dan tradisi serta kuliner yang menarik di Desa Wisata Senaru ini, Yuk kita tengok apa saja!.
Air Terjun Tiu Kelep
Untuk menuju lokasi air terjun Tiu Kelep melewati air terjun sendang Gile (air terjun pertama sebelum Tiu Kelep) terdapat anak tangga batu yang menurun dan tersusun dengan rapi, di sana Sobat Wajah Indonesia akan menemukan monyet ekor panjang selama menginjakan anak tangga.
Sebelum menuju air terjun Tiu Kelep yang begitu indah, Anda akan melewati anak sungai dengan air yang begitu sejuk. Meskipun sungainya dangkal, tetapi airnya cukup deras. Sobat harus berhati-hati melewati jalur ini. Selepas melewati sungai akan melewati batu besar. Gemuruh suara air terjun sudah semakin jelas, itu tandanya Sobat sudah dekat dengan air terjun Tiu Kelep.
Anda membutuhkan waktu sekitar 35-45 menit dimulai dari gerbang hingga menuju air terjun. Anda hanya perlu menyiapkan uang Rp. 10.000 per orang untuk biaya tiket masuk ke air terjun Tiu Kelep. Saat sampai di kawasan Tiu Kelep rasa lelah Sobat akan terbayar dengan derasnya air terjun dan sejuknya bisa menjadi terapi pijat. Sobat dapat berenang atau sekadar bermain air, namun harus tetap berhati-hati.
Tradisi Peresean
Desa Wisata Senaru tidak hanya memiliki alam yang sangat indah, tapi juga memiliki seni tradisional yang juga dinantikan oleh wisatawan, salah satunya adalah Budaya Peresean. Peresean merupakan tradisi pertarungan Suku Sasak ala gladiator, konon tradisi ini bertujuan sebagai permohonan untuk turun hujan. Dalam tradisi ini akan dilakukan pertarungan ala gladiator, di mana petarungnya menggunakan tameng kulit kerbau dan rotan.

Dalam pelaksanaannya, para petarung diwajibkan menggunakan pakaian adat suku Sasak lengkap dengan penutup kepalanya. Kemudian dengan berbekal tameng kulit kerbau dan kayu rotan, pertarungan pun dimulai. Petarung tersebut dikenal dengan sebutan pepadu. Para petarung diwajibkan juga untuk bertelanjang dada. Pemenang akan ditentukan dengan melihat luka dari lawannya, apabila sudah agak parah maka pemenangnya bisa ditentukan.
Uniknya lagi, setelah pertarungan tersebut tidak ada yang saling marah atau menyimpan dendam, mereka diharuskan berpelukan dan saling memaafkan seperti tidak ada masalah sama sekali.
Buah Tangan dan Kuliner
Masih menyapa Desa Senaru. Jika bepergian kalau belum menikmati makanan khas yang kita kunjungi, rasanya kurang afdol. Bahkan cendera mata bisa dijadikan buah tangan sebagai tanda kalau kita pernah berkunjung di daerah tersebut.
Lihat Juga :