Branding ala Iron Man Banyak Menginspirasi Publik Figur Tanah Air
Selasa, 30 Juni 2020 - 18:01 WIB
loading...
Mencitrakan diri sebagai seseorang yang kontroversial, memang mendatangkan pro dan kontra. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Tentu banyak yang sudah tidak asing lagi dengan Iron Man, sosok super hero yang kaya raya, tengil dan brilian. Tokoh ini memiliki pesona yang luar biasa hingga menjadi favorit bagi para penggemar sekuel Avengers yang diciptakan Marvel Comics. Iron Man atau yang juga dikenal sebagai seorang pebisnis bernama Tony Stark bahkan masuk dalam daftar 15 tokoh fiksi terkaya nomor 6 versi majalah Forbes.
(Baca juga: Frekuensi Berhubungan Seks, Benarkah Jadi Patokan Kebahagiaan Pasangan? )
Lantas bagaimana seorang pahlawan super mendapatkan pengakuan dari majalah ternama dan diakui publik? Praktisi Komunikasi dari Pandawa PR, Dihar Dakir menilai, Iron Man berhasil membentuk personal branding yang sangat berbeda dengan personal branding pada umumnya.Apabila biasanya para pebisnis atau public figure mem-branding dirinya dengan gaya yang sederhana, membumi, atau berkesan 'good boy', Tony Stark alias Iron Man justru kebalikannya. Dia menampilkan sosok seorang yang arogan, cerdas dan suka pamer, tetapi juga menghadirkan sisi-sisi humanis dan baik hati.
Bahkan personal branding Iron Man ini juga ditiru beberapa tokoh dunia. Sebut saja, Elon Musk yang mencitrakan dirinya sebagai 'The Real Iron Man'. Elon Musk, tidak bersembunyi di balik layar, dia tampil, memamerkan kecerdasannya dan kekayaannya kepada publik. "Elon Musk tak segan-segan mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial dan kadang membuat gerah publik, tetapi justru pernyataan itulah yang membedakan dirinya dengan para inovator teknologi lainnya," kata Dihar Dakir melalui keterangan tertulisnya, Selasa (30/6).
Menurut Dihar, branding ala Iron Man juga menginspirasi public figure di Indonesia. Dia menilai, banyak public figure yang mulai berani membuka mengenai kekayaan yang dimiliki, mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial dan bersikap arogan demi mendapatkan publisitas dan memposisikan branding mereka seperti Iron Man.
(Baca juga: Bercinta Seminggu Sekali Bisa Membuat Hubungan Lebih Bahagia )
"Di Indonesia, hal yang kurang lebih mirip juga terjadi, di mana banyak kalangan selebritas, youtuber, bahkan beberapa pengusaha milenial juga mencoba mem-brand dirinya seperti Iron Man, yang suka pamer kekayaan dan kemampuan, tengil, dan sebagai orang yang suka menolong orang yang lemah," tutur Dihar Dakir.
(Baca juga: Frekuensi Berhubungan Seks, Benarkah Jadi Patokan Kebahagiaan Pasangan? )
Lantas bagaimana seorang pahlawan super mendapatkan pengakuan dari majalah ternama dan diakui publik? Praktisi Komunikasi dari Pandawa PR, Dihar Dakir menilai, Iron Man berhasil membentuk personal branding yang sangat berbeda dengan personal branding pada umumnya.Apabila biasanya para pebisnis atau public figure mem-branding dirinya dengan gaya yang sederhana, membumi, atau berkesan 'good boy', Tony Stark alias Iron Man justru kebalikannya. Dia menampilkan sosok seorang yang arogan, cerdas dan suka pamer, tetapi juga menghadirkan sisi-sisi humanis dan baik hati.
Bahkan personal branding Iron Man ini juga ditiru beberapa tokoh dunia. Sebut saja, Elon Musk yang mencitrakan dirinya sebagai 'The Real Iron Man'. Elon Musk, tidak bersembunyi di balik layar, dia tampil, memamerkan kecerdasannya dan kekayaannya kepada publik. "Elon Musk tak segan-segan mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial dan kadang membuat gerah publik, tetapi justru pernyataan itulah yang membedakan dirinya dengan para inovator teknologi lainnya," kata Dihar Dakir melalui keterangan tertulisnya, Selasa (30/6).
Menurut Dihar, branding ala Iron Man juga menginspirasi public figure di Indonesia. Dia menilai, banyak public figure yang mulai berani membuka mengenai kekayaan yang dimiliki, mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial dan bersikap arogan demi mendapatkan publisitas dan memposisikan branding mereka seperti Iron Man.
(Baca juga: Bercinta Seminggu Sekali Bisa Membuat Hubungan Lebih Bahagia )
"Di Indonesia, hal yang kurang lebih mirip juga terjadi, di mana banyak kalangan selebritas, youtuber, bahkan beberapa pengusaha milenial juga mencoba mem-brand dirinya seperti Iron Man, yang suka pamer kekayaan dan kemampuan, tengil, dan sebagai orang yang suka menolong orang yang lemah," tutur Dihar Dakir.
Lihat Juga :