Branding ala Iron Man Banyak Menginspirasi Publik Figur Tanah Air
Selasa, 30 Juni 2020 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Dihar mengungkapkan, dahulu, mungkin prilaku tengil dan suka pamer kekayaan merupakan hal yang tabu dan malu dilakukan, namun di era sekarang prilaku tersebut malah menjadi hal yang lumrah dan membanggakan bagi sebagian orang. Tak heran banyak orang berlomba melakukannya demi mendapatkan citra sebagai The Real Iron Man.
Meski demikian, Dihar menilai ada bahaya di balik kekuatan branding ala Iron Man. Meski secara publisitas mampu menarik perhatian, tetapi, menurutnya, branding tersebut terlihat dibuat-buat atau dipaksakan. Apalagi jika tidak disertai dengan konsistensi. "Banyak yang terjebak hanya di publisitas, namun luput memperhatikan konsistensi dan intergritas, sehingga pada akhirnya malah menjadi cemoohan publik," ujar dia.
Mencitrakan diri sebagai seseorang yang kontroversial, kata Dihar, memang mendatangkan pro dan kontra. Menciptakan gelombang antara 'lovers' dan 'haters' di masyarakat. Namun, jika branding tersebut di kemudian hari terbukti tidak konsisten dan sesuai, maka gelombang 'haters' akan semakin kencang.
(Baca juga: Perubahan Gaya Hidup Pria untuk Turunkan Tekanan Darah )
"Sah-sah saja mencitrakan diri seperti seorang Iron Man, asalkan memang kondisi yang sebenarnya sesuai dengan yang dicitrakan, jika tidak demikian, akan menjadi backfire di kemudian hari, akhirnya malah menghancurkan brand yang sudah susah payah dibangun,"tukas Dihar.
Meski demikian, Dihar menilai ada bahaya di balik kekuatan branding ala Iron Man. Meski secara publisitas mampu menarik perhatian, tetapi, menurutnya, branding tersebut terlihat dibuat-buat atau dipaksakan. Apalagi jika tidak disertai dengan konsistensi. "Banyak yang terjebak hanya di publisitas, namun luput memperhatikan konsistensi dan intergritas, sehingga pada akhirnya malah menjadi cemoohan publik," ujar dia.
Mencitrakan diri sebagai seseorang yang kontroversial, kata Dihar, memang mendatangkan pro dan kontra. Menciptakan gelombang antara 'lovers' dan 'haters' di masyarakat. Namun, jika branding tersebut di kemudian hari terbukti tidak konsisten dan sesuai, maka gelombang 'haters' akan semakin kencang.
(Baca juga: Perubahan Gaya Hidup Pria untuk Turunkan Tekanan Darah )
"Sah-sah saja mencitrakan diri seperti seorang Iron Man, asalkan memang kondisi yang sebenarnya sesuai dengan yang dicitrakan, jika tidak demikian, akan menjadi backfire di kemudian hari, akhirnya malah menghancurkan brand yang sudah susah payah dibangun,"tukas Dihar.
(nug)
Lihat Juga :