10 Alasan Utama Pasangan Menikah Putuskan Bercerai
Rabu, 01 Juli 2020 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
6. Harapan yang Tak Terpenuhi
Ketika salah satu atau kedua pihak dalam pernikahan berusaha saling memaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan demi kebahagiaan pasangan, itu dapat menyebabkan perceraian. Ketika Anda tidak bahagia menjalani suatu hubungan, tak apa-apa untuk meminta perubahan yang Anda inginkan. Tapi, jika pasangan Anda tidak bisa melakukannya, maka Anda menjadi bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda sendiri. (Baca Juga: Laudya Cynthia Bella Bercerai setelah Hampir 1 Tahun Berjuang Pertahankan Rumah Tangga )
7. Keuangan
Bukan kekurangan finansial yang menyebabkan perceraian, tapi kurangnya kompatibilitas di persoalan keuangan. Ketika dua orang bertentangan dalam hal keuangan, perceraian sering terjadi. Bayangkan, konflik pasti terjadi jika seseorang adalah penabung dan pasangannya pemboros. Yang satu terfokus pada masa depan, sementara yang lain percaya hidup untuk hari ini.
Seiring berjalannya waktu, konflik ini dapat mencapai titik tertinggi sehingga perceraian menjadi satu-satunya kesimpulan logis.
8. Tak Memiliki Hubungan Seks
Seks bisa menjaga keintiman hubungan suami istri. Pasangan yang tidak memiliki hubungan intim, baik melalui tindakan seksual maupun non-seksual, ditakdirkan untuk menjadi orang asing dalam hubungan.
9. Berbagai Prioritas dan Minat
Memiliki minat yang sama dan menjelajahinya bersama sangat penting untuk pernikahan yang berhasil. Tentu saja memiliki waktu buat pasangan itu penting, namun jika Anda dapat menemukan minat yang sama dan mencari cara untuk melakukannya bersama-sama, Anda dan pasangan pasti akan tumbuh semakin jauh.
10. Ketidakmampuan Selesaikan Konflik
Setiap pasangan memiliki perbedaan pendapat. Kuncinya adalah mengembangkan aturan-aturan dasar sehingga setiap pasangan merasa dihormati dan didengar. Terkadang dibutuhkan pihak ketiga untuk membantu mendefinisikan aturan-aturan itu dan mengajari untuk melalui emosi yang dibebankan sehingga dendam tidak bertahan lama.
Ketika salah satu atau kedua pihak dalam pernikahan berusaha saling memaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan demi kebahagiaan pasangan, itu dapat menyebabkan perceraian. Ketika Anda tidak bahagia menjalani suatu hubungan, tak apa-apa untuk meminta perubahan yang Anda inginkan. Tapi, jika pasangan Anda tidak bisa melakukannya, maka Anda menjadi bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda sendiri. (Baca Juga: Laudya Cynthia Bella Bercerai setelah Hampir 1 Tahun Berjuang Pertahankan Rumah Tangga )
7. Keuangan
Bukan kekurangan finansial yang menyebabkan perceraian, tapi kurangnya kompatibilitas di persoalan keuangan. Ketika dua orang bertentangan dalam hal keuangan, perceraian sering terjadi. Bayangkan, konflik pasti terjadi jika seseorang adalah penabung dan pasangannya pemboros. Yang satu terfokus pada masa depan, sementara yang lain percaya hidup untuk hari ini.
Seiring berjalannya waktu, konflik ini dapat mencapai titik tertinggi sehingga perceraian menjadi satu-satunya kesimpulan logis.
8. Tak Memiliki Hubungan Seks
Seks bisa menjaga keintiman hubungan suami istri. Pasangan yang tidak memiliki hubungan intim, baik melalui tindakan seksual maupun non-seksual, ditakdirkan untuk menjadi orang asing dalam hubungan.
9. Berbagai Prioritas dan Minat
Memiliki minat yang sama dan menjelajahinya bersama sangat penting untuk pernikahan yang berhasil. Tentu saja memiliki waktu buat pasangan itu penting, namun jika Anda dapat menemukan minat yang sama dan mencari cara untuk melakukannya bersama-sama, Anda dan pasangan pasti akan tumbuh semakin jauh.
10. Ketidakmampuan Selesaikan Konflik
Setiap pasangan memiliki perbedaan pendapat. Kuncinya adalah mengembangkan aturan-aturan dasar sehingga setiap pasangan merasa dihormati dan didengar. Terkadang dibutuhkan pihak ketiga untuk membantu mendefinisikan aturan-aturan itu dan mengajari untuk melalui emosi yang dibebankan sehingga dendam tidak bertahan lama.
(tsa)
Lihat Juga :