Pendekatan Harm Reduction Dinilai Bisa Tekan Jumlah Perokok
Selasa, 30 Agustus 2022 - 15:42 WIB
loading...
Pendekatan harm reduction atau pengurangan dampak buruk dapat diterapkan untuk mengatasi angka prevalensi perokok dewasa di Indonesia. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Inggris dinilai menjadi salah satu negara yang sukses menurunkan jumlah perokok aktif. Berdasarkan survei yang dilakukan Public Health England pada 2019, 52,8 persen pengguna rokok elektronik cair menggunakan vape sebagai alternatif untuk berhenti merokok.
Hasilnya, sekitar 50.000-70.000 perokok Inggris berhenti merokok setiap tahun karena beralih ke vape.
Pada 2021, Public Health England kembali merilis laporan yang menjelaskan bahwa angka berhenti merokok terbesar, justru diperoleh dengan penggunaan vape dengan tingkat keberhasilan mencapai 49-78 persen, dibandingkan metode lainnya.
Baca juga: Wah, Liburan Keliling Nusantara Bisa Dapat Diskon s.d Rp100.000 lho! Yuk Simak Caranya di Sini
Di Indonesia, Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian (PUIIPK) Universitas Padjadjaran telah melakukan tinjauan literatur dengan menganalisis sebanyak 1.955 referensi dan 44 studi untuk memperoleh kesimpulan.
Studi melihat bahwa pendekatan harm reduction atau pengurangan dampak buruk dapat diterapkan untuk mengatasi angka prevalensi perokok dewasa di Indonesia yang mencapai 33,8 persen, seperti pada data Riset Kesehatan Dasar 2018.
Hasilnya, sekitar 50.000-70.000 perokok Inggris berhenti merokok setiap tahun karena beralih ke vape.
Pada 2021, Public Health England kembali merilis laporan yang menjelaskan bahwa angka berhenti merokok terbesar, justru diperoleh dengan penggunaan vape dengan tingkat keberhasilan mencapai 49-78 persen, dibandingkan metode lainnya.
Baca juga: Wah, Liburan Keliling Nusantara Bisa Dapat Diskon s.d Rp100.000 lho! Yuk Simak Caranya di Sini
Di Indonesia, Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian (PUIIPK) Universitas Padjadjaran telah melakukan tinjauan literatur dengan menganalisis sebanyak 1.955 referensi dan 44 studi untuk memperoleh kesimpulan.
Studi melihat bahwa pendekatan harm reduction atau pengurangan dampak buruk dapat diterapkan untuk mengatasi angka prevalensi perokok dewasa di Indonesia yang mencapai 33,8 persen, seperti pada data Riset Kesehatan Dasar 2018.
Lihat Juga :