Awas! Gemuk di Usia Paruh Baya Tingkatkan Peluang Demensia

Rabu, 01 Juli 2020 - 16:10 WIB
loading...
Awas! Gemuk di Usia...
Penelitian menemukan, orang yang obesitas di usia paruh baya memiliki risiko 31% lebih tinggi untuk mengalami demensia daripada mereka yang berat badannya normal. Foto Ilustrasi/Getty Images
A A A
JAKARTA - Gemuk atau obesitas di usia paruh baya dapat meningkatkan peluang demensia. Ini berdasarkan hasil sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan oleh para peneliti di Inggris dan serupa dengan temuan yang diterbitkan pada Desember lalu.

Dorina Cadar, ketua peneliti studi tersebut mengatakan, tujuan risetnya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dipengaruhi oleh gaya hidup sehingga langkah-langkah dapat diambil untuk mencegah penurunan mental. (Baca Juga: 5 Cara Cerdas Mengontrol Porsi Makan untuk Berat Ideal )

"Kami berharap bahwa sebagian besar, tapi harus diakui tidak semua, kasus demensia dapat dicegah melalui intervensi kesehatan masyarakat," kata Cadar yang juga merupakan peneliti senior di University College London.

Cadar dan timnya menemukan bahwa orang yang obesitas di usia paruh baya memiliki risiko 31% lebih tinggi untuk mengalami demensia daripada mereka yang berat badannya normal. Selain itu, risiko sangat tinggi ditemukan terjadi pada wanita.

Namun berita baiknya, seperti ditulis laman Web MD adalah, kehilangan berat badan secara signifikan juga dapat menurunkan peluang demensia.

Untuk penelitian ini, Cadar dan rekan-rekan menganalisis data dari hampir 6.600 orang berusia 50 tahun lebih yang merupakan bagian dari penelitian di Inggris tentang penuaan. Para peneliti menggunakan tiga sumber untuk memastikan demensia yakni diagnosis dokter, laporan informan, dan statistik rumah sakit.

Sementara obesitas adalah risiko bagi pria maupun wanita, namun risiko demensia lebih tinggi terjadi pada wanita dengan obesitas perut. Yakni suatu kondisi yang diukur berdasarkan lebar pinggang mereka. Kelompok ini 39% lebih mungkin untuk mengembangkan demensia.

Risiko yang lebih tinggi itu tidak tergantung pada faktor-faktor lain seperti usia, pendidikan, status perkawinan, kebiasaan merokok, genetika, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Tidak ada hubungan antara obesitas perut dan demensia yang ditemukan di antara para pria. Tetapi, ketika para peneliti mempertimbangkan berat dan ukuran pinggang secara bersamaan, pria dan wanita obesitas sama-sama memiliki peluang 28% lebih tinggi terkena demensia.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Desember 2019 tentang wanita juga mengungkap risiko serupa. (Baca Juga: Perubahan Gaya Hidup Pria untuk Turunkan Tekanan Darah )

Sam Gandy, Associate Director Pusat Penelitian Penyakit Alzheimer di New York, meninjau temuan baru ini. Gandy mengatakan, protein yang terlibat dalam peradangan, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2 yang semuanya merupakan faktor risiko alzheimer dapat berkontribusi pada hubungan antara obesitas dan demensia.

Keith Fargo, Direktur Program Ilmiah dan Penjangkauan di Alzheimer Association mengungkapkan, hubungan antara penyebab mendasar kondisi fisik kronis dan demensia sudah diketahui. "Hubungan antara faktor-faktor risiko kesehatan jantung, seperti diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi serta penurunan kognitif dan demensia telah terbukti dalam penelitian alzheimer ," katanya.

Temuan baru ini menambah keseluruhan bukti yang menghubungkan obesitas dengan risiko demensia yang lebih tinggi.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Rekomendasi
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved