Cara Atasi Kehilangan Orang Terdekat Menurut Ahli
Kamis, 02 Juli 2020 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
"Fase berduka ada delapan yaitu shock, denial, anger, bargaining, depression, acceptance, problem solving, dan integration. Pastikan kita sebagai orang dewasa tidak pernah berbohong kepada anak untuk menjelaskan kabar duka," ujar Samanta saat dihubungi SINDOnews, Kamis (2/7).
"Jelaskan bahwa orang meninggal itu karena organ tubuhnya tidak lagi berfungsi, seperti komputer yang dimatikan tidak lagi dapat beroperasi," sambungnya.
Tahap-tahap pemulihan setelah kehilangan orang yang dicintai biasanya melibatkan pembiaran diri mengalami rasa sakit kehilangan, yang secara bertahap memberi jalan untuk menerima kenyataan itu serta menemukan cara untuk bergerak maju.
Proses penyembuhan juga melibatkan kemungkinan, pada waktunya, untuk menikmati hubungan lain. Jika terus mengalami peningkatan fokus pada pengingat orang yang Anda cintai sehingga memicu rasa sakit yang hebat, konseling kesedihan dapat membantu.
Konselor kesedihan memberikan dukungan ketika orang berbicara tentang kesedihan, frustrasi, atau kemarahan mereka dan belajar untuk mengatasi sekaligus memproses perasaan ini. Konseling keluarga juga dapat membantu. (Baca Juga: Takut Komitmen atau Menikah? Mungkin Anda Mengalami Gamophobia )
"Jelaskan bahwa orang meninggal itu karena organ tubuhnya tidak lagi berfungsi, seperti komputer yang dimatikan tidak lagi dapat beroperasi," sambungnya.
Tahap-tahap pemulihan setelah kehilangan orang yang dicintai biasanya melibatkan pembiaran diri mengalami rasa sakit kehilangan, yang secara bertahap memberi jalan untuk menerima kenyataan itu serta menemukan cara untuk bergerak maju.
Proses penyembuhan juga melibatkan kemungkinan, pada waktunya, untuk menikmati hubungan lain. Jika terus mengalami peningkatan fokus pada pengingat orang yang Anda cintai sehingga memicu rasa sakit yang hebat, konseling kesedihan dapat membantu.
Konselor kesedihan memberikan dukungan ketika orang berbicara tentang kesedihan, frustrasi, atau kemarahan mereka dan belajar untuk mengatasi sekaligus memproses perasaan ini. Konseling keluarga juga dapat membantu. (Baca Juga: Takut Komitmen atau Menikah? Mungkin Anda Mengalami Gamophobia )
Lihat Juga :