Menkes Sebut Butuh Kolaborasi Lintas Negara untuk Tekan Penyebaran Penyakit Infeksi Emerging

Selasa, 13 September 2022 - 20:14 WIB
loading...
Menkes Sebut Butuh Kolaborasi...
Menkes menyebut dibutuhkan kolaborasi lintas negara untuk menekan penyebaran penyakit infeksi emerging baru. Sebuah negara tidak akan bisa menangani sendirian. Foto/Intan Afika Nuur Aziizah
A A A
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi menyebut dibutuhkan kolaborasi lintas negara untuk menekan penyebaran penyakit infeksi emerging baru. Pasalnya, sebuah negara tidak akan bisa menangani penyakit ini sendirian.

Penyakit infeksi emerging atau emerging infectious diseases sendiri merupakan penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya atau telah ada sebelumnya. Namun, penyakit ini meningkat dengan sangat cepat, baik dalam jumlah kasus baru di dalam satu populasi atau penyebarannya ke daerah geografis yang baru.

Misalnya saja Covid-19, Mers-CoV, Avian Influenza (H5N1), dan SARS. Penyakit infeksi emerging, kata Menkes, tidak hanya menimbulkan kematian, tetapi juga memicu masalah sosial, ekonomi, dan politik. Dan sebuah negara, lanjut Menkes, hanya bisa berhasil mengatasi penyakit infeksi emerging jika mampu mendeteksi, menangani, dan mencegah penularan dengan segera.

“Negara harus memiliki respons cepat terhadap penyakit infeksi emerging,”kata Menkes dalam International Workshop on Managing Emerging Infectious Diseases among Front-Line Healthcare Workers yang diselenggarakan oleh Pusat Infeksi Nasional, RSPI Prof. dr. Sulianti Saroso pada Selasa (13/9/2022).

Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi di Tangan, Hidung dan Lutut yang Harus Segera Temui Dokter

Di sisi lain, Menkes juga menyoroti kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani penyakit infeksi emerging yang harus ditingkatkan. Ini karena para tenaga kesehatan menjadi orang pertama yang menghadapi penyakit infeksi emerging. "Kita perlu memaksimalkan kualitas dokter, perawat dalam menangani penyakit infeksi emerging," jelas Menkes.

Menkes mengungkapkan bahwa workshop yang terlaksana di bawah koordinasi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) ini menjadi contoh nyata upaya bersama dalam menghadapi penyakit infeksi emerging. Sebab, kolaborasi lintas negara akan menekan penyebaran penyakit infeksi emerging baru.

"Workshop ini menjadi contoh nyata upaya bersama dalam menghadapi penyakit infeksi emerging. Kolaborasi lintas negara dengan rumah sakit dan tenaga kesehatan akan menekan penyebaran penyakit infeksi emerging yang berdampak serius pada infeksi akut, pertumbuhan ekonomi serta angka kematian,” tandasnya.

Workshop internasional ini diikuti oleh peserta dari beragam latar belakang seperti dokter, perawat, tenaga laboratorium, dan tenaga farmasi. Mereka berasal dari sembilan negara APEC, yakni Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Kanada, China, Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Peserta dari Indonesia berasal dari 24 fasilitas kesehatan yang tersebar di Indonesia.

Baca Juga: 5 Cara Tercepat Menurunkan Kolesterol dengan Benar, Lemak Jahat Langsung Rontok
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Menkes Ingatkan Bahaya...
Menkes Ingatkan Bahaya Cara Masak Daging Kambing yang Salah saat Iduladha
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Rekomendasi
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Berita Terkini
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Kehadiran Meghan Markle...
Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
Infografis
Jakarta Butuh Ini untuk...
Jakarta Butuh Ini untuk Atasi Penurunan Muka Tanah yang Kritis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved