Penyakit Infeksi Emerging Jadi Bebani Negara di Era Globalisasi

Selasa, 13 September 2022 - 20:37 WIB
loading...
Penyakit Infeksi Emerging...
Penyakit infeksi emerging menjadi beban ekonomi negara. Untuk itu kemampuan rumah sakit dan tenaga kesehatan menangani penyakit infeksi perlu ditingkatkan. Foto/Intan Afika Nuur Aziizah
A A A
JAKARTA - Penyakit infeksi emerging menjadi beban ekonomi negara karena tingginya biaya penanggulangan. Untuk itu, kemampuan rumah sakit dan tenaga kesehatan dalam menangani penyakit infeksi emerging perlu ditingkatkan.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Infeksi Nasional Prof. dr. Sulianti Saroso Mohammad Syahril dalam International Workshop on Managing Emerging Infectious Diseases among Front-Line Healthcare Workers. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Infeksi Nasional, RSPI Prof. dr. Sulianti Saroso dan terlaksana di bawah koordinasi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

Penyakit infeksi emerging atau emerging infectious diseases sendiri merupakan penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya atau telah ada sebelumnya namun meningkat dengan sangat cepat, baik dalam jumlah kasus baru di dalam satu populasi ataupun penyebarannya ke daerah geografis yang baru. Contohnya Covid-19, Mers-CoV, Avian Influenza (H5N1), dan SARS.

Menurut Mohammad Syahril, sebanyak 40 penyakit infeksi emerging sudah terdeteksi sejak 1970-an. Terakhir, muncul hepatitis akut yang misterius. Penyakit-penyakit infeksi emerging ini menjadi penyebab kematian terbesar, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi di Tangan, Hidung dan Lutut yang Harus Segera Temui Dokter

Melansir situs Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan, Selasa (13/9/2022), penyakit infeksi emerging ini memang mendapat perhatian khusus dan menjadi masalah kesehatan masyarakat serius. Sebab, penyakit ini tidak hanya menimbulkan kematian, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar dalam era globalisasi, saat seluruh dunia saling terhubung.

Begitu pula kata Syahril, penyakit ini menurutnya dapat menjadi beban ekonomi negara karena tingginya biaya penanggulangan. Oleh karena itu, lanjut Syahril, kemampuan rumah sakit dan tenaga kesehatan dalam menangani penyakit infeksi emerging perlu ditingkatkan lagi dengan segera.

Syahril menambahkan, penyakit infeksi emerging juga membuat pengeluaran negara membengkak. Biaya yang dikeluarkan negara-negara pada level regional dalam menanggulangi SARS bisa mencapai USD50 miliar atau Rp746 triliun.

Covid-19 pun menekan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara hingga mengalami resesi. Bahkan, efek domino dari Covid-19 masih terasa hingga saat ini, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok karena ketersediaannya terbatas akibat pembatasan sosial saat pandemi Covid-19.

Baca Juga: 5 Cara Tercepat Menurunkan Kolesterol dengan Benar, Lemak Jahat Langsung Rontok

"Selain masalah biaya yang besar, di negara-negara berkembang anggota APEC, ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menangani penyakit infeksi emerging masih terbatas. Padahal, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam menangani penyakit menular," kata Syahril.

Syahril pun berharap, tenaga kesehatan melalui workshop internasional ini bisa mendapat banyak pengetahuan. Sebab, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan penyakit-penyakit infeksi emerging. "Dengan demikian, bisa menanggulangi penyakit infeksi emerging dengan lebih baik," tandasnya.

Di sisi lain, rumah sakit juga bisa menangani penyakit infeksi emerging dengan lebih baik sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diredam. Dengan begitu, stabilitas perekonomian negara-negara APEC, baik negara maju maupun negara berkembang bisa terjaga.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Hepatitis B Kronis Tak...
Hepatitis B Kronis Tak Bisa Sembuh Total, Penderita Harus Minum Obat Seumur Hidup
Menkes Pastikan Pasien...
Menkes Pastikan Pasien Hantavirus di Indonesia Sudah Pulang dan Tidak Menular
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Jangan Tutup Batuk dengan...
Jangan Tutup Batuk dengan Telapak Tangan, Ini Bahayanya!
Menkes Budi Gunadi:...
Menkes Budi Gunadi: Setiap 4 Menit Satu Orang Indonesia Meninggal karena TBC
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Wabah Hantavirus Juga...
Wabah Hantavirus Juga Sampai Israel, 1 Orang Terinfeksi
Rekomendasi
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved