3 Suku Bermata Biru di Indonesia, Hasil Perkawinan Warga Lokal dengan Bangsa Portugis
Senin, 19 September 2022 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu suku di Indonesia yang memiliki keunikan mata biru yakni suku Buton yang tinggal di salah satu pulau terbesar ke-19 di Indonesia, yakni Buton. Suku ini tepatnya tinggal di Desa Kaimbulawa, Kabupaten Siompu Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Beberapa masyarakat suku Buton memiliki mata biru terang dan berkulit cokelat. Mata biru mereka disebabkan kelainan genetik langka yang disebut Waardenburg Syndrome.
Namun, fakta lain menyebutkan bahwa warga suku Buton bermata biru karena hasil perkawinan silang dengan bangsa Portugis pada masa penjajahan.
Baca Juga: 10 Tarian Paling Populer di Dunia
2. Suku Lamno di Aceh
Warga Desa Lamno, kota kecil di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, dulu sebagian besarnya bermata biru, berambut pirang, berkulit putih, berhidung mancung, dan berpostur tinggi seperti orang Eropa. Ternyata, ini karena mereka masih keturunan Portugis sehingga disebut anak cucu bangsa Portugis.
Warga Lamno merupakan hasil kawin campur antara bangsa Portugis yang datang ke Aceh sekitar tahun 1492-1511 dengan penduduk setempat. Saat itu, banyak orang Portugis yang berdagang di Aceh dan menikahi penduduk asli.
Beberapa masyarakat suku Buton memiliki mata biru terang dan berkulit cokelat. Mata biru mereka disebabkan kelainan genetik langka yang disebut Waardenburg Syndrome.
Namun, fakta lain menyebutkan bahwa warga suku Buton bermata biru karena hasil perkawinan silang dengan bangsa Portugis pada masa penjajahan.
Baca Juga: 10 Tarian Paling Populer di Dunia
2. Suku Lamno di Aceh
Warga Desa Lamno, kota kecil di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, dulu sebagian besarnya bermata biru, berambut pirang, berkulit putih, berhidung mancung, dan berpostur tinggi seperti orang Eropa. Ternyata, ini karena mereka masih keturunan Portugis sehingga disebut anak cucu bangsa Portugis.
Warga Lamno merupakan hasil kawin campur antara bangsa Portugis yang datang ke Aceh sekitar tahun 1492-1511 dengan penduduk setempat. Saat itu, banyak orang Portugis yang berdagang di Aceh dan menikahi penduduk asli.
Lihat Juga :