Hyper-Independence, Kemandirian yang Toxic tapi Jarang Disadari

Selasa, 20 September 2022 - 14:01 WIB
loading...
A A A
Misalnya, dengan bertanya dan meminta bantuan orang lain, maka kamu akan mempelajari hal baru yang dapat membuat potensi dirimu berkembang.

3. Pikirkan Bagaimana Keadaan bila Kamu Menerima Bantuan

Bagaimana kondisinya saat kamu menerima bantuan? Mungkin pekerjaanmu justru akan lebih efektif dan efisien? Atau mungkin kamu bisa beristirahat lebih awal? Pikirkan juga bahwa tak semua orang akan menolak membantumu dan tak semua orang ingin membantumu karena mengharapkan balasan.

Hyper-Independence, Kemandirian yang Toxic tapi Jarang Disadari

Foto:SHVETS production/Pexels

4. Ingatlah bahwa Membutuhkan Seseorang Itu Wajar

Meminta tolong adalah hal yang wajar sebab manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Membutuhkan orang lain pun tak menandakan bahwa kamu lemah dan tak mampu, melainkan bentuk penerimaan diri sebagai manusia yang tidak sempurna dan tak bisa melakukan semuanya sendirian.

Hal ini bahkan telah didukung oleh penelitian yang dilakukan Robert Bornstein, mengutip Psychology Today, yang menunjukkan bahwa sifat ketergantungan adalah sifat yang dimiliki semua orang. Adapun yang membedakan ketergantungan setiap orang hanyalah sehat tidaknya tingkat ketergantungan itu.

5. Hindari Hubungan Kodependen

Profesional trauma klinis bersertifikat Silvi Saxena mengutip CHOOSING therapy menyarankan para hyper-independence untuk menjauhi hubungan kodependen. Hubungan kodependen adalah hubungan saat seseorang merasa memiliki ketergantungan dengan satu orang lainnya.

Hubungan ini termasuk hubungan beracun dan biasanya terjadi saat orang yang memiliki anxious attachment style(rasa cemasatau insecure saat dalam hubungan) menjalin hubungan dengan orang yang mempunyai avoidant attachment style. (menghindari hubungan dekat yang intim dan emosional).

Tentunya hubungan ini akan membuatmu yang hyper-independence dan cenderung avoidant merasa tak nyaman sehingga semakin sulit memulihkan diri.

Baca Juga: 4 Drama Korea yang Bernasib Buruk, dari Insiden Tragis sampai Kontroversi


6. Jangan Ragu Menghubungi Ahli

Terakhir dan yang tak kalah penting adalah jangan mendiagnosis dirimu sendiri. Sebaiknya, hubungi ahli untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Terlebih bila kamu butuh bantuan untuk mengatasi trauma yang kamu hadapi.

Rastianta Rinandani
Kontributor GenSINDO
Universitas Negeri Jakarta
Instagram: @rastiantar
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Rekomendasi
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Berita Terkini
Ruben Onsu Resmi Daftarkan...
Ruben Onsu Resmi Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak, Sidang Perdana 15 Juli 2026
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Bukan Cuma Jago Nyanyi,...
Bukan Cuma Jago Nyanyi, Meidra Idol Ternyata Pernah Terjun ke Dunia Kapal Tanker
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya, Nuca Adakan 'LAGI Sama Nuca
Rekomendasi Judul Microdrama...
Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved