Kasus Pelemakan Hati Terus Meningkat, Bisa Perparah Pasien Covid-19
Jum'at, 03 Juli 2020 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh, penyakit hati umumnya muncul tanpa gejala, seperti hepatisis B. Mengingat hati adalah organ yang cukup kuat. Bahkan sekalipun sudah kanker hati penderita mungkin tidak menunjukkan gejala yang berarti.
"Kalau sudah sampai tahap ini terdiagnosanya bisa saja enam bulan kemudian pasien sudah meninggal. Perjalanan penyakit hingga terjadinya kanker hati ini bisa berlangsung 20 tahun," kata dr. Irsan. Pada 2015, sekira 257 juta orang di dunia terkena hepatitis B kronik (berlangsung lebih dari enam bulan) dan menyebabkan 887.000 kematian.
Penularannya lewat kontak dengan darah atau cairan tubuh pengidap Hepatitis B. Kalau sudah terdiagnosa Hepatitis B, maka perlu dikaji dulu apakah perlu dilakukan pengobatan. Kalau kerusakan hati terapi perlu diberikan. Namun kalau tidak ada maka tidak perlu. Cukup monitoring kondisi pasien. Berbeda perlakuannya dengan hepatitis C. (Lihat videonya: Warga Duel Lawan Buaya Selamatkan Sang Ayah di Palopo)
"Kalau ditemukan virus, bagaimanapun kondisi pasien harus diobati," ujar dr. Irsan. Perlu diketahui, obat diberikan bukan untuk menghilangkan melainkan menekan virus. Virus bisa saja hilang di dalam darah tapi tidak di hati. (Sri Noviarni)
"Kalau sudah sampai tahap ini terdiagnosanya bisa saja enam bulan kemudian pasien sudah meninggal. Perjalanan penyakit hingga terjadinya kanker hati ini bisa berlangsung 20 tahun," kata dr. Irsan. Pada 2015, sekira 257 juta orang di dunia terkena hepatitis B kronik (berlangsung lebih dari enam bulan) dan menyebabkan 887.000 kematian.
Penularannya lewat kontak dengan darah atau cairan tubuh pengidap Hepatitis B. Kalau sudah terdiagnosa Hepatitis B, maka perlu dikaji dulu apakah perlu dilakukan pengobatan. Kalau kerusakan hati terapi perlu diberikan. Namun kalau tidak ada maka tidak perlu. Cukup monitoring kondisi pasien. Berbeda perlakuannya dengan hepatitis C. (Lihat videonya: Warga Duel Lawan Buaya Selamatkan Sang Ayah di Palopo)
"Kalau ditemukan virus, bagaimanapun kondisi pasien harus diobati," ujar dr. Irsan. Perlu diketahui, obat diberikan bukan untuk menghilangkan melainkan menekan virus. Virus bisa saja hilang di dalam darah tapi tidak di hati. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :