Komunitas Save Janda Tepis Stigma Negatif Janda di Medsos
Jum'at, 03 Juli 2020 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, merujuk KBBI kata janda hanyalah sebuah status dan tidak ada makna negatif di balik kata tersebut.
“Namun, karena pandangan misogini serta tatanan sosial patriarki, kata janda banyak dilekatkan dengan padanan kata yang bermakna negatif sehingga membentuk persepsi tidak baik di mata masyarakat terhadap kata janda. Sangat disayangkan seorang penulis buku terkenal yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu kesetaraan perempuan, justru juga bisa membuat pernyataan yang salah mengenai kata janda dan ikut serta menambah pembentukan persepsi negatif terhadap janda,” terang Myrna.
Di media social, kata janda juga marak. Mutiara Proehoeman yang merupakan founder dari komunitas Save Janda pun angkat bicara.
“Di saat kami dan teman-teman di @SaveJanda sedang berusaha untuk meminimalisir stigma janda di masyarakat, anda justru menambah beban kami atas apa yang sedang kami perjuangkan. Preloved sama saja kata kerennya untuk bekas #lawanstigmajanda,” tulis Mutiara.
“Namun, karena pandangan misogini serta tatanan sosial patriarki, kata janda banyak dilekatkan dengan padanan kata yang bermakna negatif sehingga membentuk persepsi tidak baik di mata masyarakat terhadap kata janda. Sangat disayangkan seorang penulis buku terkenal yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu kesetaraan perempuan, justru juga bisa membuat pernyataan yang salah mengenai kata janda dan ikut serta menambah pembentukan persepsi negatif terhadap janda,” terang Myrna.
Di media social, kata janda juga marak. Mutiara Proehoeman yang merupakan founder dari komunitas Save Janda pun angkat bicara.
“Di saat kami dan teman-teman di @SaveJanda sedang berusaha untuk meminimalisir stigma janda di masyarakat, anda justru menambah beban kami atas apa yang sedang kami perjuangkan. Preloved sama saja kata kerennya untuk bekas #lawanstigmajanda,” tulis Mutiara.
(tdy)
Lihat Juga :