Ini Penjelasan Kenapa Pelaku Selingkuh Kerap Berbuat Kasar ke Pasangan
Jum'at, 30 September 2022 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Pelaku perselingkuhan sadar dia melakukan hal yang salah, tapi mereka berupaya meyakinkan diri mereka sendiri bahwa itu bukan suatu kesalahan karena beberapa alasan. Misalnya, 'Ini hanya akan terjadi sekali, tidak akan terulang kembali', atau juga 'Dia (orang ketiga) hanyalah orang asing, dia tidak bermakna apa-apa'.
"Selingkuh adalah negosiator yang hebat, tindakan itu memicu seseorang untuk melakukan apapun itu untuk mengurangi rasa bersalahnya karena telah mengkhianati pasangan," terang laporan tersebut, dikutip Jumat (30/9/2022).
Di sisi lain, Ahli Pernikahan yang juga Psikoterapis Bersertifikat, Rachel Sussman menjelaskan bahwa perselingkuhan tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun. "Apalagi kalau alasan pelaku berselingkuh karena tidak mendapat kebutuhan dari pasangannya," ungkapnya.
"Perlu ditegaskan juga di sini bahwa korban perselingkuhan tidak bisa disalahkan," sambungnya menekankan bahwa korban tidak boleh disalahkan atas alasan apapun.
Hal ini bisa muncul ketika pelaku perselingkuhan memberikan alasan 'aku kesepian' atau 'aku diabaikan'. Karena alasan itu, korban akan melihat perannya dalam hubungan tersebut dan kemungkinan besar akan menyalahkan diri mereka atas perselingkuhan yang dilakukan pasangannya.
Ini jelas bentuk manipulatif yang nyata. Sussman menyarankan, daripada Anda berjibaku dengan pikiran Anda sendiri, mempertanyakan 'Apakah aku sudah menjadi pasangan terbaik untuk dia?', lebih baik pergi dari hubungan tersebut.
"Selingkuh adalah negosiator yang hebat, tindakan itu memicu seseorang untuk melakukan apapun itu untuk mengurangi rasa bersalahnya karena telah mengkhianati pasangan," terang laporan tersebut, dikutip Jumat (30/9/2022).
Di sisi lain, Ahli Pernikahan yang juga Psikoterapis Bersertifikat, Rachel Sussman menjelaskan bahwa perselingkuhan tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun. "Apalagi kalau alasan pelaku berselingkuh karena tidak mendapat kebutuhan dari pasangannya," ungkapnya.
"Perlu ditegaskan juga di sini bahwa korban perselingkuhan tidak bisa disalahkan," sambungnya menekankan bahwa korban tidak boleh disalahkan atas alasan apapun.
Hal ini bisa muncul ketika pelaku perselingkuhan memberikan alasan 'aku kesepian' atau 'aku diabaikan'. Karena alasan itu, korban akan melihat perannya dalam hubungan tersebut dan kemungkinan besar akan menyalahkan diri mereka atas perselingkuhan yang dilakukan pasangannya.
Ini jelas bentuk manipulatif yang nyata. Sussman menyarankan, daripada Anda berjibaku dengan pikiran Anda sendiri, mempertanyakan 'Apakah aku sudah menjadi pasangan terbaik untuk dia?', lebih baik pergi dari hubungan tersebut.
Lihat Juga :