Trik Mengelola Kehilangan Nafsu Makan Selama Hamil
Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Sayuran dan serat antara lain, ubi, kacang hijau, wortel kecil dikukus atau mentah, salad bayam mentah. Makanan manis, mencakup beri segar, oatmeal , buah kering, dan produk susu dingin seperti keju cottage biasa. Biji-bijian dan tepung, yakni quinoa, nasi merah, pasta, makaroni dan keju, kentang panggang atau dihaluskan.
Dilansir dari Health Line, sup mie ayam dan sup nasi ayam serta kaldu sederhana dan smoothie dapat menjadi pilihan makanan ketika ibu hamil kehilangan nafsu makan.
Jika kehilangan nafsu makan terkait dengan mual atau muntah, cobalah makan makanan kecil, lebih sering, hindari makanan pedas dan berlemak. Selain itu, menambahkan jahe dan tiamin serta melakukan akupuntur juga dapat membantu.
Di sisi lain, pada sebagian kasus, mual dan muntah yang parah memerlukan metode perawatan yang berbeda, termasuk obat-obatan dan cairan infus. (Baca juga: Wanita Hamil yang Berolahraga Menghasilkan ASI yang Lebih Sehat ).
Namun, jika kekurangan nutrisi yang dikaitkan dengan kehilangan nafsu makan, Anda perlu suplemen dosis tinggi untuk mengembalikan kadar normal. Suplemen apa pun harus diresepkan dan dipantau oleh dokter. Anda juga dapat berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk perawatan individual.
Dilansir dari Health Line, sup mie ayam dan sup nasi ayam serta kaldu sederhana dan smoothie dapat menjadi pilihan makanan ketika ibu hamil kehilangan nafsu makan.
Jika kehilangan nafsu makan terkait dengan mual atau muntah, cobalah makan makanan kecil, lebih sering, hindari makanan pedas dan berlemak. Selain itu, menambahkan jahe dan tiamin serta melakukan akupuntur juga dapat membantu.
Di sisi lain, pada sebagian kasus, mual dan muntah yang parah memerlukan metode perawatan yang berbeda, termasuk obat-obatan dan cairan infus. (Baca juga: Wanita Hamil yang Berolahraga Menghasilkan ASI yang Lebih Sehat ).
Namun, jika kekurangan nutrisi yang dikaitkan dengan kehilangan nafsu makan, Anda perlu suplemen dosis tinggi untuk mengembalikan kadar normal. Suplemen apa pun harus diresepkan dan dipantau oleh dokter. Anda juga dapat berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk perawatan individual.
(tdy)
Lihat Juga :