Studi: Kesepian Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Kamis, 06 Oktober 2022 - 05:00 WIB
loading...
Studi terbaru menunjukkan bahwa perasaan kesepian meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Penelitian ini dilakukan oleh Associate Professor Roger E. Henriksen. Foto/The Jed Foundation
A
A
A
JAKARTA - Studi terbaru menunjukkan bahwa perasaan kesepian meningkatkan risiko diabetes tipe 2 . Penelitian yang dipublikasikan di Diabetologia ini dilakukan oleh Associate Professor Roger E. Henriksen dan rekan-rekannya di Western Norway University of Applied Sciences.
Dilansir dari Times Now News, Kamis (6/10/2022) selain memeriksa hubungan antara kesepian dan risiko mengembangkan diabetes tipe 2, penelitian ini juga melihat apakah depresi dan insomnia berperan. Sebuah badan penelitian yang berkembang telah menunjukkan hubungan antara stres psikologis dan risiko individu mengembangkan diabetes tipe 2.
Kesepian menciptakan keadaan tertekan yang kronis dan terkadang berlangsung lama yang dapat mengaktifkan respons stres fisiologis tubuh. Sementara mekanisme yang tepat tidak sepenuhnya dipahami, respon ini diyakini memainkan peran sentral dalam pengembangan diabetes tipe 2 melalui mekanisme seperti resistensi insulin sementara yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon stres kortisol.
Proses ini juga melibatkan perubahan dalam pengaturan perilaku makan oleh otak, menyebabkan peningkatan nafsu makan untuk karbohidrat dan selanjutnya meningkatkan kadar gula darah. Studi sebelumnya telah menemukan hubungan antara kesepian dan makan yang tidak sehat termasuk konsumsi minuman manis yang lebih tinggi dan makanan yang kaya gula dan lemak.
Baca Juga: Studi Baru: Jalan Kaki 2 Menit Setelah Makan Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2
Para peneliti menggunakan data dari HUNT. Basis data ini berisi informasi kesehatan (dari kuesioner yang dilaporkan sendiri, pemeriksaan medis, dan sampel darah) lebih dari 230.000 orang dan diperoleh melalui empat survei populasi yaitu HUNT1 (1984-1986), HUNT2 (1995-1997), HUNT3 (2006- 2008) dan HUNT4 (2017-2019).
Dilansir dari Times Now News, Kamis (6/10/2022) selain memeriksa hubungan antara kesepian dan risiko mengembangkan diabetes tipe 2, penelitian ini juga melihat apakah depresi dan insomnia berperan. Sebuah badan penelitian yang berkembang telah menunjukkan hubungan antara stres psikologis dan risiko individu mengembangkan diabetes tipe 2.
Kesepian menciptakan keadaan tertekan yang kronis dan terkadang berlangsung lama yang dapat mengaktifkan respons stres fisiologis tubuh. Sementara mekanisme yang tepat tidak sepenuhnya dipahami, respon ini diyakini memainkan peran sentral dalam pengembangan diabetes tipe 2 melalui mekanisme seperti resistensi insulin sementara yang disebabkan oleh peningkatan kadar hormon stres kortisol.
Proses ini juga melibatkan perubahan dalam pengaturan perilaku makan oleh otak, menyebabkan peningkatan nafsu makan untuk karbohidrat dan selanjutnya meningkatkan kadar gula darah. Studi sebelumnya telah menemukan hubungan antara kesepian dan makan yang tidak sehat termasuk konsumsi minuman manis yang lebih tinggi dan makanan yang kaya gula dan lemak.
Baca Juga: Studi Baru: Jalan Kaki 2 Menit Setelah Makan Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2
Para peneliti menggunakan data dari HUNT. Basis data ini berisi informasi kesehatan (dari kuesioner yang dilaporkan sendiri, pemeriksaan medis, dan sampel darah) lebih dari 230.000 orang dan diperoleh melalui empat survei populasi yaitu HUNT1 (1984-1986), HUNT2 (1995-1997), HUNT3 (2006- 2008) dan HUNT4 (2017-2019).
Lihat Juga :