Review The Woman King: Kisah Pasukan Petarung Perempuan dari Afrika
Rabu, 05 Oktober 2022 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 4 Drama Korea Remake yang Dianggap Lebih Baik Dibanding Karya Aslinya
Kekeraskepalaannya itu terus dibawanya ke wilayah Agojie, membuatnya sering melanggar aturan yang ditetapkan Nanisca. Namun sang jenderal juga tak bisa menampik bahwa Nawi adalah calon Agojie yang tangguh.
Hubungan Nanisca dan Nawi, juga perang yang terjadi antara Dahomey dan Oyo jadi konflik yang menggerakkan cerita The Woman King. Dalam hal perang, penonton akan menyaksikan pertarungan dengan pedang besar dan senjata api yang menjadi andalan masing-masing pasukan.
![Review The Woman King: Kisah Pasukan Petarung Perempuan dari Afrika]()
Foto: Sony Pictures Releasing
Buat penonton yang terbiasa melihat film-film Hollywood dengan pemain mayoritas berkulit putih, menyaksikan para aktris kulit hitam bertubuh tinggi besar mengayunkan pedang dan bertarung melawan para pria adalah sebuah keasyikan tersendiri.
Apalagi, secara visual, penampilan mereka sangatlah berbeda dari yang biasa kita lihat di layar lebar bioskop. Pasukan Agojie tampil dengan kostum yang sederhana tapi menawan.
Tiap kali bertarung, tubuh para Agojie juga begitu mengilat karena mereka sengaja membalurkan minyak di tubuh bagian atas. Tujuannya? Agar musuh sulit menarik tubuh mereka.
Meski pertarungan mereka cenderung brutal, tapi The Woman King tak menampilkan terlalu banyak darah. Ini membuat rating film ini pun tetap berada di usia 13 tahun ke atas.
![Review The Woman King: Kisah Pasukan Petarung Perempuan dari Afrika]()
Foto: Sony Pictures Releasing
Kekeraskepalaannya itu terus dibawanya ke wilayah Agojie, membuatnya sering melanggar aturan yang ditetapkan Nanisca. Namun sang jenderal juga tak bisa menampik bahwa Nawi adalah calon Agojie yang tangguh.
Hubungan Nanisca dan Nawi, juga perang yang terjadi antara Dahomey dan Oyo jadi konflik yang menggerakkan cerita The Woman King. Dalam hal perang, penonton akan menyaksikan pertarungan dengan pedang besar dan senjata api yang menjadi andalan masing-masing pasukan.

Foto: Sony Pictures Releasing
Buat penonton yang terbiasa melihat film-film Hollywood dengan pemain mayoritas berkulit putih, menyaksikan para aktris kulit hitam bertubuh tinggi besar mengayunkan pedang dan bertarung melawan para pria adalah sebuah keasyikan tersendiri.
Apalagi, secara visual, penampilan mereka sangatlah berbeda dari yang biasa kita lihat di layar lebar bioskop. Pasukan Agojie tampil dengan kostum yang sederhana tapi menawan.
Tiap kali bertarung, tubuh para Agojie juga begitu mengilat karena mereka sengaja membalurkan minyak di tubuh bagian atas. Tujuannya? Agar musuh sulit menarik tubuh mereka.
Meski pertarungan mereka cenderung brutal, tapi The Woman King tak menampilkan terlalu banyak darah. Ini membuat rating film ini pun tetap berada di usia 13 tahun ke atas.

Foto: Sony Pictures Releasing
Lihat Juga :