Mengenal Gangguan Kesehatan Hipotiroid Kongenital, Kemenkes: Bisa Cebol hingga Gangguan Kognitif
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 16:40 WIB
loading...
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bayi yang memiliki gangguan hipotiroid kongenital, berpeluang besar mengalami gangguan tumbuh kembang. Foto/Tangkapan layar zoom
A
A
A
JAKARTA - Hipotiroid kongenital merupakan rendahnya hormon tiroid pada bayi saat baru lahir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bayi yang memiliki gangguan kesehatan hipotiroid kongenital, berpeluang besar mengalami gangguan tumbuh kembang atau cebol hingga gangguan kognitif.
Menurut Direktur Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan Ni Made Diah anak dengan hipotiroid kongenital akan berbeda dengan anak yang normal.
"hipotiroid kongenital ini adalah gangguan tumbuh kembang bahkan sampai gangguan dari kognitif. Artinya kurang lebih gangguan tumbuh kembang bisa seperti seperti cebol, kemudian juga bisa rendah artinya berpotensi begitu di masa depan dari anak ini nanti kualitasnya tidak seperti anak normal," ujar Ni Made Diah dalam Media Briefing bersama Kementerian Kesehatan secara online, Jumat (7/10/2022).
Dengan ini Kemenkes, melaunching Skrining Hipotiroid Kongenital yang dilakukan dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi berusia minimal 48 sampai 72 jam dan maksimal 2 minggu. Dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemberi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (baik FKTP maupun FKRTL), sebagai bagian dari pelayanan neonatal esensial.
Baca Juga: Kemenkes Siapkan 3 Langkah Intervensi untuk Tekan Stunting
Menurut Direktur Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan Ni Made Diah anak dengan hipotiroid kongenital akan berbeda dengan anak yang normal.
"hipotiroid kongenital ini adalah gangguan tumbuh kembang bahkan sampai gangguan dari kognitif. Artinya kurang lebih gangguan tumbuh kembang bisa seperti seperti cebol, kemudian juga bisa rendah artinya berpotensi begitu di masa depan dari anak ini nanti kualitasnya tidak seperti anak normal," ujar Ni Made Diah dalam Media Briefing bersama Kementerian Kesehatan secara online, Jumat (7/10/2022).
Dengan ini Kemenkes, melaunching Skrining Hipotiroid Kongenital yang dilakukan dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi berusia minimal 48 sampai 72 jam dan maksimal 2 minggu. Dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemberi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (baik FKTP maupun FKRTL), sebagai bagian dari pelayanan neonatal esensial.
Baca Juga: Kemenkes Siapkan 3 Langkah Intervensi untuk Tekan Stunting
Lihat Juga :